Gubernur DKI Sebut Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Berinovasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kantor Dinas Pendidikan, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Gubernur DKI Sebut Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Berinovasi

Achmad Zulfikar Fazli • 12 April 2026 15:39

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut naiknya harga plastik harus dapat menjadi momentum bagi masyarakat dan pemerintah untuk berinovasi mencari pengganti plastik sebagai wadah. Sebab, penggunaan plastik juga perlahan harus mulai dikurangi.

"Kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi. Harus ada substitusinya," kata Pramono di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 12 April 2026.

Pramono mengatakan penetapan harga dan upaya penanganan kenaikan harga plastik bukan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melainkan pemerintah Pusat.

Namun, menurut dia, selain berinovasi, naiknya harga plastik dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk kembali menggunakan cara membungkus secara tradisional.

"Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka, untuk itu, ya, kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional pakai bungkus, daun pisang, dan sebagainya," kata dia.


Ilustrasi, kantong plastik sekali pakai. Foto: Medcom.id

Baca Juga: 

Harga Plastik Melonjak, Pedagang Buah di Lampung Naikkan Harga

Sebelumnya, harga plastik di Indonesia dilaporkan melonjak drastis, naik sekitar 30-70 persen, bahkan ada yang mencapai 100 persen pada April 2026, terutama didorong oleh gangguan pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Harga plastik kresek naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per bungkus (pak). Sementara itu, jenis lain meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per bungkus.

Pemerintah pusat menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik dan berbagai komoditas lain yang terdampak dinamika geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah saat ini fokus memantau intensif terhadap pergerakan harga komoditas dunia, sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya terhadap industri dan masyarakat dapat ditekan.

Menurut dia, pemerintah menyadari gejolak global, termasuk kenaikan harga energi, berpengaruh langsung terhadap sektor industri dalam negeri. Salah satunya industri plastik yang bahan bakunya masih impor.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)