Hujan Meteor Leonid. Foto: NASA
Banyak Fenomena Langit pada September—Desember 2026, Catat Tanggalnya!
Muhamad Marup • 17 September 2026 19:09
Jakarta: Sejumlah fenomena langit akan terjadi pada September hingga Desember 2026. Fenomena tersebut terjadi akibat berbagai proses dan pergerakan benda langit, mulai dari posisi Bulan dan Bumi terhadap Matahari hingga masuknya Bumi ke jalur debu yang ditinggalkan komet.
NASA telah mencatat sejumlah peristiwa langit yang dapat diamati pada periode tersebut. Fenomena yang dapat diamati meliputi Harvest Moon, ekuinoks, solstis, hingga hujan meteor.
Data astronomi dari US Naval Observatory dapat digunakan untuk mengetahui waktu terjadinya sejumlah fenomena seperti ekuinoks, solstis, dan fase Bulan.
Berikut sejumlah fenomena langit yang dapat menjadi perhatian hingga akhir 2026.
Fenomena Langit September 2026
Pada bulan September 2026 akan diwarnai sejumlah fenomena astronomi, mulai dari ekuinoks September hingga Harvest Moon.Fenomena tersebut berkaitan dengan posisi dan pergerakan Bumi serta Bulan terhadap Matahari, sehingga menghasilkan peristiwa langit yang dapat diamati dari Bumi.
Ekuinoks September
Berdasarkan perhitungan US Naval Observatory Ekuinoks September akan berlangsung pada 22 September 2026. Peristiwa ini menandai salah satu dari dua titik dalam setahun ketika Matahari berada di atas garis ekuator Bumi.Ekuinoks September juga menjadi sebuah pertanda awal musim gugur di belahan Bumi utara dan awal musim semi di belahan Bumi selatan.
Harvest Moon
Fenomena yang menarik banyak perhatian pada Bulan September adalah Harvest Moon yang akan terjadi pada 26 September 2026. NASA menyebut Bulan purnama tersebut akan terbit di langit timur setelah Matahari terbenam dan tampak berdekatan dengan Saturnus.Istilah Harvest Moon secara tradisional digunakan untuk menyebut Bulan purnama yang paling dekat dengan ekuinoks September. Nama tersebut secara harfiah dikaitkan dengan tradisi masyarakat di belahan Bumi utara pada musim panen.
Foto Harvest Moon di Minnesota, Amerika Serikat. (Tom Fisk/Pexels)
Fenomena Langit Oktober 2026
Memasuki Oktober, masyarakat dapat mengamati fenomena astronomi berupa puncak hujan meteor Orionid dan Bulan purnama. Hujan meteor Orionid terjadi ketika Bumi melewati aliran debu dan partikel yang ditinggalkan oleh komet, sementara Bulan purnama terjadi ketika posisi Bulan berada berlawanan arah dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.Hujan Meteor Orionid
Memasuki Oktober, pengamat langit dapat menantikan hujan meteor Orionid yang puncaknya berlangsung sekitar 21–22 Oktober. Hujan meteor ini berasal dari material yang ditinggalkan oleh Komet Halley ketika Bumi melintasi jalur orbitnya.Orionid dikenal sebagai salah satu hujan meteor tahunan yang dapat menghasilkan meteor terang dan bergerak cepat. Waktu terbaik pengamatan bergantung pada kondisi langit, lokasi, serta tingkat polusi cahaya.
Bulan Purnama Oktober
Oktober juga akan dihiasi Bulan purnama. Kalender astronomi NASA menunjukkan fase Bulan purnama berlangsung pada 26 Oktober 2026.Bulan purnama dapat diamati dengan mata telanjang selama kondisi cuaca mendukung. Untuk melihat detail permukaan Bulan seperti kawah, pengamat dapat menggunakan binokular atau teleskop.
Fenomena Langit November 2026
Pada November 2026, fenomena yang dapat diamati antara lain hujan meteor Leonid dan Bulan purnama. Hujan meteor Leonid berasal dari partikel yang ditinggalkan oleh Komet Tempel-Tuttle ketika Bumi melintasi jalur orbitnya.Hujan Meteor Leonid
Pada November, giliran hujan meteor Leonid yang menjadi salah satu fenomena langit yang dapat diamati dan puncaknya berlangsung sekitar 17–18 November. Fenomena ini berasal dari debu dan serpihan yang ditinggalkan Komet 55P/Tempel-Tuttle.Leonid merupakan hujan meteor tahunan yang titik pancarnya berada di kawasan rasi Leo. Seperti hujan meteor lainnya, jumlah meteor yang terlihat akan dipengaruhi kondisi langit dan tingkat cahaya Bulan.
Bulan Purnama November
Selain Leonid, November juga menghadirkan fase Bulan purnama. Kalender NASA mencatat Bulan purnama November 2026 berlangsung pada 24 November.Fenomena Bulan purnama dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengamati permukaan Bulan tanpa peralatan khusus.
Fenomena Langit Desember 2026
Desember menjadi penutup rangkaian fenomena langit 2026 dengan sejumlah peristiwa menarik, termasuk puncak hujan meteor Geminid, solstis Desember, dan hujan meteor Ursid. Fenomena tersebut terjadi akibat pergerakan Bumi mengelilingi Matahari serta interaksi Bumi dengan partikel yang berada di sepanjang jalur orbit benda langit.Hujan Meteor Geminid
Salah satu fenomena langit yang paling menarik pada penghujung tahun adalah hujan meteor Geminid. NASA mencatat puncak berlangsungnya fenomena tersebut akan bertepatan pada 13–14 Desember 2026.Geminid dikenal sebagai salah satu fenomena tahunan yang paling konsisten. Dalam kondisi pengamatan ideal, fenomena ini dapat menghasilkan banyak meteor yang melintas di langit.
Solstis Desember
Desember juga menjadi waktu berlangsungnya solstis Desember. Berdasarkan data US Naval Observatory, solstis terjadi pada 21 Desember 2026. Solstis Desember menandai awal musim dingin secara astronomis di belahan Bumi utara dan awal musim panas astronomis di belahan Bumi selatan.Hujan Meteor Ursid
Setelah Geminid, penghujung Desember masih menyimpan fenomena hujan meteor Ursid. NASA mencatat puncaknya berlangsung sekitar 22–23 Desember. Hujan meteor ini berkaitan dengan Komet 8P/Tuttle.Dengan demikian, masyarakat masih memiliki kesempatan mengamati fenomena meteor hingga mendekati pergantian tahun.
(Yaumil Tianri Rahmi)