Area Pencarian 5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau Diperluas ke Pesisir Bengkulu-Pulau Enggano

Petugas Basarnas KN SAR Antasena melakukan pengamatan saat operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, Selasa (15/9/2026). ANTARA

Area Pencarian 5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau Diperluas ke Pesisir Bengkulu-Pulau Enggano

Siti Yona Hukmana • 15 September 2026 12:21

Jakarta: Basarnas memperluas wilayah jangkauan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) terhadap rombongan jurnalis sekaligus kru kapal cepat yang hilang saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pencarian diperluas hingga Pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano.

"Pencarian kami perluas, juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata SAR Mission Coordinator Al Amrad dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 15 September 2026.

Dia menegaskan tim SAR gabungan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan peluang ditemukannya para korban. Berdasarkan peta rencana operasi SAR hari ke-8 ini, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di lima sektor pencarian laut dengan total luas area sekitar 3.962 mil laut persegi.

Pencarian melibatkan sejumlah armada unsur utama, antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahowang, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal KP Polairud.

Sektor A dengan luas 1.026 mil laut persegi akan dilakukan oleh KRI Gilimanuk dan KRI Leuser. Sektor B seluas 780 mil laut persegi melibatkan KN SAR Antasena dan KP Sanjaya. Selanjutnya, Sektor C dengan luas 825 mil laut persegi akan disisir oleh KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Kerambit.

Pada Sektor D seluas 872 mil laut persegi, pencarian melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KAL Pahowang. Sementara itu Sektor F dengan luas 459 mil laut persegi akan dilakukan oleh RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, sejumlah kapal KP Polairud, serta unsur pendukung lainnya.

Tim SAR berjibaku mencari rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Foto: Basarnas.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian Operasi Basarnas melaporkan kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ada delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung, pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.42 WIB. Namun, akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat sekitar 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.

(Siti Yona Hukmana)