Sekjen PBB dan GCC mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi. (Anadolu Agency)
Sekjen PBB dan GCC Kecam Serangan Houthi terhadap Wilayah Arab Saudi
Willy Haryono • 20 September 2026 09:17
New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed Albudaiwi mengecam keras serangan kelompok pemberontak Houthi terhadap Arab Saudi.
Keduanya memperingatkan bahwa tindakan kelompok tersebut yang menargetkan objek sipil menjadi ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional.
Guterres menerima Albudaiwi di New York pada Sabtu, di sela-sela kehadiran Sekjen GCC dalam Sidang Umum PBB ke-81. Pertemuan tersebut disampaikan dalam pernyataan Sekretariat Jenderal GCC.
“Kedua pejabat mengecam keras serangan milisi Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi dan penargetan objek sipil secara sengaja, serta menegaskan bahwa tindakan bermusuhan tersebut menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional,” ujar pernyataan GCC yang dikutip Anadolu Agency, Minggu, 20 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Guterres dan Albudaiwi juga meninjau kerja sama antara GCC dan PBB serta membahas cara memperdalam kolaborasi di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Keduanya bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik serta membahas berbagai persoalan regional dan upaya diplomatik untuk menyelesaikannya.
Guterres turut mengapresiasi “kemajuan dan kemakmuran yang signifikan yang telah dicapai negara-negara anggota GCC” serta memuji kontribusi negara-negara tersebut dalam mendorong stabilitas yang berkelanjutan di dunia.
Peringatan di Sejumlah Wilayah Saudi
Pertemuan tersebut berlangsung ketika Pertahanan Sipil Saudi mengeluarkan sejumlah peringatan pada Sabtu.Dua peringatan dikeluarkan di Riyadh, dua di Al-Kharj, dan satu di Farasan. Lembaga tersebut tidak menjelaskan jenis ancaman yang memicu peringatan maupun melaporkan adanya korban atau kerusakan.
Peringatan itu menyusul gelombang peringatan yang lebih luas pada Jumat lalu yang mencakup tujuh kota dan wilayah administratif.
Kamis lalu, otoritas Saudi melaporkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat puing-puing drone Houthi yang berhasil dicegat di atas wilayah Taif.
Houthi kemudian mengklaim telah “menggagalkan” apa yang mereka sebut sebagai “upaya kriminal” yang diduga dilakukan Arab Saudi di ibu kota Yaman, Sanaa. Kelompok tersebut tidak memberikan rincian mengenai klaim tersebut.
Otoritas Saudi tidak mengaitkan klaim Houthi tersebut dengan peringatan yang dikeluarkan di sejumlah wilayah Saudi.
Perkembangan terbaru tersebut terjadi setelah Houthi berulang kali mengeluarkan peringatan dan melancarkan serangan menggunakan rudal serta drone. Pada 20 Juli, kelompok tersebut mengumumkan apa yang disebut sebagai “blokade maritim” terhadap Arab Saudi.
Arab Saudi telah memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi Houthi sejak Maret 2015. Houthi menguasai Sanaa dan sejumlah provinsi di Yaman sejak September 2014.
Baca juga: Yordania dan Bahrain Kecam Serangan Houthi ke Riyadh Arab Saudi