Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Kepri Minta Aktivitas Olahraga Outdoor Dihindari

Kepala Dinkes Provinsi Kepri M Bisri. ANTARA/Ogen

Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Kepri Minta Aktivitas Olahraga Outdoor Dihindari

Whisnu Mardiansyah • 15 September 2026 18:24

Tanjungpinang: Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Dinkes Kepri) meminta masyarakat mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Kepala Dinkes Kepri M Bisri menyoroti masih adanya kegiatan olahraga, termasuk pertandingan sepak bola, yang digelar warga di sejumlah perkampungan ketika kualitas udara memburuk. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko paparan partikel berbahaya dari kabut asap.

"Bermain sepak bola di tengah kabut asap berisiko tinggi terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), karena sepak bola adalah olahraga dengan intensitas tinggi yang membuat seseorang bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Kondisi ini menyiksa paru-paru menyedot partikel berbahaya jauh lebih banyak ke dalam tubuh," katanya di Tanjungpinang, seperti dilansir Antara, Selasa, 15 September 2026.

Bisri menyarankan masyarakat memilih olahraga di dalam ruangan hingga kualitas udara kembali membaik dan dinyatakan aman.

Ia menyampaikan, kondisi udara di sejumlah wilayah Kepri dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori tidak sehat. Penurunan kualitas udara tersebut dipengaruhi kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Sumatera hingga Kalimantan.
 


"Indeks Kualitas Udara (AQI) di Kepri sudah di angka 100 sampai 150, artinya masuk dalam kategori tidak sehat. Makanya kita harus waspada, apalagi anak-anak, lansia dan warga mengidap penyakit kronis," ucap Bisri.

Bisri mengatakan, paparan kabut asap turut berdampak pada peningkatan kasus ISPA di Kepri. Jumlah kasus tercatat mencapai sekitar 3.600, meningkat dibandingkan dua pekan sebelumnya yang berada di kisaran 3.000 kasus.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kepri menambah kesiapsiagaan layanan kesehatan di seluruh puskesmas hingga rumah sakit. Upaya tersebut dilakukan untuk menghadapi potensi peningkatan jumlah pasien ISPA.

Dinkes Kepri juga menyalurkan masker ke sejumlah puskesmas untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Masker tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi paparan kabut asap ketika warga harus beraktivitas di luar rumah.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: dok. MI.


"Yang paling penting, pakai masker apabila keluar rumah, lalu jaga pola hidup bersih dan sehat, serta minum air putih yang cukup," ucap dia.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kepri mengalihkan pembelajaran tatap muka bagi siswa SMA, SMK, dan sekolah luar biasa menjadi pembelajaran dari rumah. Kebijakan tersebut diterapkan menyusul penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Pembelajaran dari rumah mulai diberlakukan pada 15 September 2026 hingga kualitas udara kembali membaik dan dinyatakan aman.

(Whisnu M)