Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Kini Dijual USD110/Barel
Husen Miftahudin • 6 April 2026 09:09
Tokyo: Harga minyak dunia naik pada perdagangan Senin karena kekhawatiran yang terus berlanjut akan hilangnya pasokan akibat gangguan pengiriman di wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Mengutip data Yahoo Finance, Senin, 6 April 2026, harga minyak mentah Brent berjangka sebagai patokan harga minyak internasional untuk kontrak beli atau jual di masa depan, naik sebanyak USD1,71 atau 1,6 persen menjadi USD110,74 per barel.
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka sebagai standar untuk penetapan harga minyak di Amerika Serikat (AS) untuk masa mendatang, naik USD0,71, atau 0,6 persen menjadi USD112,25 per barel.
Pada Kamis, 2 April 2026, hari perdagangan terakhir sebelum libur Jumat Agung, WTI ditutup naik lebih dari 11 persen dan Brent melonjak hampir delapan persen dalam perdagangan yang bergejolak, mencatat kenaikan harga absolut terbesar sejak 2020, karena Presiden AS Donald Trump berjanji untuk melanjutkan serangan terhadap Iran.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur minyak dan produk petroleum dari Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, sebagian besar masih tertutup akibat serangan Iran terhadap kapal-kapal setelah perang dimulai pada 28 Februari.
Karena gangguan pasokan dari Timur Tengah, kilang-kilang minyak mencari sumber alternatif untuk minyak mentah, khususnya untuk kargo fisik di AS dan Laut Utara Inggris.
| Baca juga: Jika Perang AS-Iran Terus Berlanjut dalam 2 Minggu, Dunia Bakal Hadapi Krisis Energi 'Besar-besaran' |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Trump ancam Iran buka Selat Hormuz
Pada Minggu, 5 April 2026, Trump meningkatkan tekanan pada Teheran, mengancam dalam unggahan media sosial pribadinya di Minggu Paskah yang penuh dengan kata-kata kasar untuk menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran pada Selasa, 7 April 2026, jika Selat Hormuz yang strategis tidak dibuka kembali.
Meskipun demikian, beberapa kapal termasuk kapal tanker yang dioperasikan oleh Oman, kapal kontainer milik Prancis, dan kapal pengangkut gas milik Jepang, telah melintasi Selat Hormuz sejak Kamis, menurut data perkapalan. Kondisi ini mencerminkan kebijakan Iran untuk mengizinkan kapal dari negara-negara yang dianggap bersahabat untuk melintas.
Perang tersebut terancam berlanjut karena Iran secara resmi telah memberi tahu para mediator bahwa mereka tidak siap untuk bertemu dengan pejabat AS di ibu kota Pakistan, Islamabad, dalam beberapa hari mendatang, dan upaya untuk mencapai gencatan senjata telah menemui jalan buntu.