Purbaya Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia, APBN Indonesia Masih Aman

Logo IMF. Foto: dok ICIR Nigeria.

Purbaya Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia, APBN Indonesia Masih Aman

Ade Hapsari Lestarini • 21 April 2026 23:46

Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia karena kondisi fiskal Indonesia masih relatif kuat.

Purbaya menjelaskan, IMF dan Bank Dunia mempersiapkan dana senilai USD20 miliar-USD30 miliar untuk membantu negara yang membutuhkan dukungan di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik Timur Tengah.

"Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir USD25 miliar (setara Rp428,77 triliun dengan kurs Rp17.150 per USD)," kata Purbaya, dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 21 April 2026.

Tawaran pinjaman itu ia terima saat menghadiri rangkaian Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Grup Bank Dunia (IMF-World Bank Spring Meeting) pada 13-17 April di Washington DC, Amerika Serikat.



Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Merotvnews.com/Duta Erlangga.

 

 

Purbaya jamin kondisi APBN


Purbaya menyebut telah menyampaikan apresiasi atas penawaran pinjaman oleh kedua lembaga internasional itu. Namun, Menkeu menjamin kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih memadai dan belum membutuhkan dukungan.

"Saya masih punya uang sebesar USD25 miliar juga, yang kami pegang untuk negara sendiri. Mereka (IMF dan Bank Dunia), USD25 miliar untuk beberapa negara. Jadi, kondisi keuangan kita masih aman," tutur dia.

Sebelumnya, Purbaya menyatakan IMF memuji Indonesia sebagai salah satu titik cerah atau bright spot dalam perekonomian global. IMF pun mengapresiasi kebijakan yang kredibel serta langkah-langkah lain yang dilakukan Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian.

Purbaya juga menjelaskan Pemerintah Indonesia mengambil manuver strategi dengan mengubah arah kebijakan fiskal sejak akhir tahun lalu, yang dampaknya sudah mulai terlihat pada perekonomian saat ini. Perubahan strategi itu juga membuat Indonesia memiliki kemampuan merespons tekanan yang lebih baik, termasuk ketika harga minyak dunia melambung tinggi.

Di depan IMF dan Bank Dunia, Purbaya menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia mampu mencetak pertumbuhan 5,4-6 persen pada 2026 meski di tengah ketegangan global yang sedang berlangsung.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)