Hari Buku Sedunia 23 April: Ini Sejarah dan Maknanya

Ilustrasi freepik

Hari Buku Sedunia 23 April: Ini Sejarah dan Maknanya

Putri Purnama Sari • 23 April 2026 10:09

Jakarta: Hari Buku Sedunia 2026 diperingati setiap tanggal 23 April 2026. Perayaan ini merupakan bagian dari inisiatif global yang ditetapkan oleh UNESCO untuk mendorong minat baca, menghargai karya penulis, serta melindungi hak cipta.

Hari Buku Sedunia digagas oleh penulis asal Valencia, Vicente Clavel Andrés. Tanggal 23 April dipilih karena bertepatan dengan hari wafat sejumlah penulis besar dunia, seperti William Shakespeare dan Miguel de Cervantes, yang memiliki pengaruh besar dalam dunia literasi.

?UNESCO menetapkan Rabat, Maroko, sebagai Ibu Kota Buku Dunia (World Book Capital) untuk tahun 2026. Penunjukan ini diberikan karena kuatnya komitmen Rabat dalam mendorong literasi serta mengembangkan budaya membaca di masyarakat.

Menariknya, Rabat menjadi kota ke-26 yang menerima gelar tersebut, melanjutkan tradisi program Ibu Kota Buku Dunia yang telah berlangsung sejak tahun 2001.

Makna Hari Buku Sedunia

Hari Buku Sedunia menjadi momen penting untuk:
  • Menumbuhkan budaya membaca sejak dini
  • Mengapresiasi penulis dan karya sastra
  • Meningkatkan akses terhadap buku di seluruh dunia
  • Mendorong perlindungan hak cipta.
 

Cara Merayakan Hari Buku Sedunia

Ada banyak cara sederhana untuk ikut merayakan Hari Buku Sedunia, di antaranya:
  • Membaca buku favorit
  • Berbagi rekomendasi buku di media sosial
  • Mengunjungi perpustakaan atau toko buku
  • Mendukung penulis lokal dengan membeli karya mereka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)