Jadi Kepala Barantin, Karding Fokus Perkuat Pengawasan dan Jaga Arus Perdagangan

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding saat pembacaan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden)

Jadi Kepala Barantin, Karding Fokus Perkuat Pengawasan dan Jaga Arus Perdagangan

Achmad Zulfikar Fazli • 27 April 2026 18:03

Jakarta: Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, menyatakan siap menjalankan amanah baru dari Presiden Prabowo Subianto dengan fokus memperkuat pengawasan karantina nasional dan menjaga kelancaran arus perdagangan. Lembaga baru ini dibentuk untuk memastikan penyakit maupun organisme pembawa penyakit pada hewan dan tumbuhan, khususnya yang berasal dari luar negeri tidak masuk ke Indonesia.

"Badan Karantina ini adalah lembaga baru yang diharapkan dibangun untuk memastikan supaya penyakit-penyakit yang terikut atau carrier dalam hewan maupun tumbuhan, terutama dari luar negeri yang masuk ke Indonesia itu tidak masuk ke Indonesia," kata Karding usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 27 April 2026.

Dia menegaskan pengawasan karantina akan diperketat, dengan memperhatikan keseimbangan antara perlindungan dan kelancaran aktivitas ekonomi nasional. Menurut dia, pengetatan pengawasan tidak boleh menghambat proses ekspor dan impor yang berpotensi memperlambat pergerakan perdagangan serta berdampak terhadap perekonomian.

"Kita harus melakukan langkah-langkah pengawasan dan pengetatan yang ketat, tetapi poinnya adalah tidak boleh mengganggu proses-proses ekspor-impor yang berjalan. Jadi, jangan sampai pengawasan yang begitu ketat lalu proses ekspor-impor itu kemudian melambat, berpengaruh terhadap perekonomian kita," jelas dia.


Abdul Kadir Karding/Metro TV/Kautsar

Baca Juga: 

Sempat Dicopot, Kini Dilantik Lagi: Ini Profil Abdul Kadir Karding di Badan Karantina Indonesia

Karding akan melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memperkuat sistem karantina nasional. Koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Bea Cukai.

Selain menjalankan program baru, Karding akan melanjutkan berbagai kebijakan dan langkah yang telah dibangun kepala badan sebelumnya, sambil membenahi aspek nilai yang masih perlu ditingkatkan.

Presiden Prabowo Subianto baru melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 50 PPA Tahun 2026 tentang tentang Pengangkatan Pejabat Tinggi Utama di Lingkungan Badan Karantina Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)