Atasi Karhutla Sumatra dan Kalimantan, BNPB Sebar Puluhan Helikopter

Ilustrasi pemadaman karhutla. Foto: Dok. ANTARA FOTO.

Atasi Karhutla Sumatra dan Kalimantan, BNPB Sebar Puluhan Helikopter

Lukman Diah Sari • 21 August 2026 14:37

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan puluhan armada helikopter disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Puluhan armada udara tersebut disebar secara khusus ke enam provinsi prioritas.

"Pengoperasian helikopter tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, seperti dilansir Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.

Berton menjelaskan pengoperasian armada udara ini didistribusikan secara terukur di enam provinsi prioritas yang meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Berikut adalah rincian sebaran armada udara BNPB di enam provinsi prioritas:
  • Provinsi Riau: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dan 5 unit helikopter water bombing.

  • Provinsi Jambi: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 2 unit helikopter water bombing.

  • Provinsi Sumatra Selatan: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 7 unit helikopter water bombing.

  • Provinsi Kalimantan Selatan: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 3 unit helikopter water bombing.

  • Provinsi Kalimantan Tengah: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 4 unit helikopter water bombing.

  • Provinsi Kalimantan Barat: 2 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 5 unit helikopter water bombing.

Meski demikian, Berton menegaskan keberhasilan operasi udara tetap membutuhkan dukungan penuh dari tim darat gabungan, yang melibatkan personel BPBD, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI-Polri, hingga unsur relawan. Pasalnya, efektivitas pemadaman udara sangat bergantung pada ketersediaan sumber air serta potensi awan hujan.

"Untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk OMC," jelasnya.


Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Media Group Network (MGN).

Sejalan dengan langkah tersebut, BNPB meminta kepada para gubernur serta bupati dan wali kota di enam provinsi prioritas untuk terus meningkatkan sistem deteksi dini dan memastikan kesiapan sarana pemadaman di daerah masing-masing.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera melapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif," ujar Berton.

(Lukman Diah Sari)