Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: Antara.
BNPB Sebut 1.487 Titik Panas di Kalimantan Berpotensi Sebabkan Karhutla
Gabriella Thesa Widiari • 21 August 2026 12:31
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi 1.487 titik panas di mayoritas wilayah Pulau Kalimantan. Ribuan titik panas tersebut berpotensi menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, konsentrasi titik panas berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik dan Kalimantan Barat 560 titik. Data tersebut berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20 per Kamis, 20 Agustus 2026.
"Sementara itu di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terdeteksi 74 titik, serta Kalimantan Utara sebanyak tiga titik," kata Berton, dilansir dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.
"BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman," kata Berton.
Dia mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari karhutla di Kalimantan mulai berdampak kepada masyarakat. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan misalnya, dalam 24 jam terakahir kualitas udaranya mencapai tingkat ekstrem atau sangat tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5.
Sedangkan karhutla di Kalimantan Tengah sampai membatalkan penerbangan dari dan ke Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh di Kabupaten Barito Utara dalam dua hari terakhir.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: Antara.
Penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat juga dihentikan seluruhnya untuk sementara pada Jumat, 21 Agustus 2026, akibat kabut asap yang semakin tebal dan menyebabkan jarak pandang berada di bawah batas aman operasional penerbangan.
"Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif," kata Berton.