Karhutla di Gunungkidul Mencapai 45 Hektare

Kebakaran di Kabupaten Gunungkidul. Dokumentasi/Damkarmat BPBD Kabupaten Gunungkidul

Karhutla di Gunungkidul Mencapai 45 Hektare

Lukman Diah Sari • 26 August 2026 18:03

Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat luasan wilayah terdampak kebakaran terus bertambah. Jika pada awal bulan lalu tercatat 21 hektare lahan hangus, saat ini luasan area yang terbakar telah melampaui 45 hektare.

"Dampak kebakaran selama kemarau ini dengan taksiran luasan lahan sekitar 45,97 hektare," kata Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Gunungkidul, Ngadiyono, saat dihubungi pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Ngadiyono menjelaskan, luasan 45 hektare lebih tersebut terangkum dalam 46 rentetan kejadian. Amukan si jago merah tersebut sebagian besar melanda kawasan lahan dan hutan yang tersebar di berbagai kecamatan di Gunungkidul.

"Gedung dan permukiman memang ada yang terdampak, tetapi yang paling dominan kebakaran terjadi di lahan dan hutan," tegasnya.

Pihaknya terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah maupun membuang puntung rokok. Pasalnya, kondisi vegetasi yang sangat kering membuat percikan bara sekecil apa pun berisiko tinggi memicu kebakaran besar yang merambat dengan cepat.

Krisis Air Bersih

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, menambahkan bahwa kekeringan imbas kemarau panjang juga terus meluas. Ia memprediksi alokasi anggaran bantuan air bersih dari BPBD hanya mampu bertahan hingga bulan depan.

"Dari total kuota bantuan BPBD sekitar 800-an tangki, saat ini sudah tersalurkan lebih dari 450 tangki," ujarnya.

 Kebakaran di Kabupaten Gunungkidul. Dokumentasi/Damkarmat BPBD Kabupaten Gunungkidul

Merespons potensi krisis tersebut, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp8,6 miliar pada tahun ini. Dana darurat tersebut disiagakan khusus untuk penanggulangan bencana, termasuk kekeringan.

"Nantinya anggaran ini bisa digunakan untuk menambah pelaksanaan penyaluran bantuan air bersih di Gunungkidul," pungkas Putro.

(Lukman Diah Sari)