72 Penerbangan di Bandara Kualanamu Terdampak Erupsi Gunung Sinabung

Bandara Internasional Kualanamu. (metro TV/Surya Dharma)

72 Penerbangan di Bandara Kualanamu Terdampak Erupsi Gunung Sinabung

Surya Dharma • 1 September 2026 21:39

Deli Serdang: Aktivitas erupsi Gunung Sinabung yang meningkat sejak Senin, 31 Agustus 2026, dan statusnya dinaikkan menjadi Level III (Siaga) pada Selasa, 1 September 2026, mulai berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara.

Berdasarkan data dari seluruh maskapai penerbangan melalui PT Angkasa Pura Aviasi, sebaran debu vulkanik Gunung Sinabung yang terbawa angin mengarah ke kawasan bandara. Kondisi ini menyebabkan puluhan penerbangan terpaksa dibatalkan, mengalami perubahan jam terbang (retime), serta penundaan (delay).

Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengatakan hingga Selasa sore terdapat 72 penerbangan yang terdampak akibat erupsi tersebut. Rinciannya meliputi 55 penerbangan dibatalkan, 6 penerbangan mengalami retime, serta 11 penerbangan mengalami delay.

"Jadi kalau yang 55 yang batal sudah pasti tidak ada penerbangan hari ini dan mungkin dijadwalkan besok, seperti maskapai Lion Air, Pelita Air, Wings Air, dan sejumlah maskapai lainnya. Sedangkan untuk retime diatur jam terbang lagi, dan yang 11 delay masih dalam proses yang mana bisa terbang pada hari ini juga," ujar Hikmat dalam siaran persnya di Deli Serdang, Selasa, 1 September 2026.


Ilustrasi. (Metro TV/Surya Dharma) 

Sebagai upaya memberikan pelayanan informasi kepada calon penumpang terkait cuaca buruk akibat erupsi Gunung Sinabung, pihak pengelola bandara terus memperbarui informasi secara waktu nyata melalui media sosial. Hal ini dilakukan agar para penumpang memahami kondisi penerbangan yang mengutamakan aspek keselamatan.

Pihak Bandara Kualanamu berharap jadwal penerbangan pada esok hari dapat kembali normal. Meskipun demikian, pemberitahuan resmi terkait normalisasi penerbangan (*NOTAM*) sudah dibuka sejak Selasa sore, ditandai dengan sejumlah maskapai yang sudah kembali beroperasi, seperti penerbangan tujuan Jeddah, Arab Saudi, serta maskapai Garuda Indonesia dengan rute Jakarta.

(Lukman Diah Sari)