Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Iran dan Oman Bahas Pembukaan Selat Hormuz, Siapkan Koridor Sementara
Willy Haryono • 26 August 2026 14:03
Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi bertemu di Teheran, Selasa, 25 Agustus 2026, untuk membahas rencana bertahap pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global yang hingga kini praktis tertutup sejak perang di Iran dimulai pada Februari.
Dalam pernyataan bersama yang dikutip Euronews, kedua negara mengatakan pembahasan menghasilkan kerangka bertahap yang diharapkan dapat menjadi dasar praktis untuk mengatur kembali pelayaran di jalur tersebut.
Kerangka yang diusulkan mencakup pembentukan koridor navigasi sementara bersama di Selat Hormuz serta proyek pembersihan ranjau di jalur perairan tersebut.
"Kerangka bertahap yang dapat memberikan dasar praktis dan dapat diterapkan untuk bergerak maju," demikian pernyataan bersama kedua negara.
Tahap negosiasi selanjutnya akan membahas pembentukan koridor navigasi permanen, mekanisme pengelolaan Selat Hormuz, serta sistem berbagi informasi, pengaturan lalu lintas, dan penyediaan layanan navigasi serta keamanan.
Albusaidi mengatakan dirinya optimistis koridor sementara dapat segera diumumkan. "Saya berharap kita segera mengumumkan koridor sementara untuk Selat Hormuz," tulis Albusaidi melalui X.
Ia mengatakan Iran dan Oman juga akan terus bekerja menuju solusi permanen, termasuk menentukan mekanisme pengelolaan selat tersebut.
Jalur Kapal Akan Melewati Perairan Iran dan Oman
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan jalur sementara yang direncanakan akan memiliki pengaturan berbeda untuk kapal yang masuk dan keluar dari Teluk Persia.Kepada televisi pemerintah Iran, Gharibabadi mengatakan kapal yang memasuki Teluk Persia dari Teluk Oman akan menggunakan jalur yang sepenuhnya melewati perairan Iran.
Sementara itu, jalur keluar akan melewati perairan Iran dan Oman.
Menurut Gharibabadi, Iran dan Oman akan melanjutkan pembahasan mengenai pengaturan tersebut selama 30 hingga 60 hari.
Kesepakatan itu menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali pelayaran di Selat Hormuz setelah jalur strategis tersebut menjadi salah satu titik utama perselisihan dalam konflik Iran.
Dibayangi Ancaman Trump
Pertemuan Iran dan Oman berlangsung di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat.Sepekan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Oman apabila negara tersebut dianggap menghambat perundingan Washington dan Teheran mengenai Selat Hormuz.
Trump menyampaikan ancaman tersebut dalam wawancara dengan Fox News pada Senin, ketika nota kesepahaman Iran-AS yang ditandatangani pada Juni berakhir.
Belum diketahui apakah Trump akan menerima kesepakatan yang dicapai Iran dan Oman.
Di sisi lain, Presiden Iran dan sejumlah pejabat senior Iran juga membahas persoalan Selat Hormuz dengan delegasi Pakistan yang meninggalkan Teheran pada Selasa.
Militer Pakistan mengatakan delegasi tersebut melakukan pembicaraan yang bertujuan menghidupkan kembali negosiasi untuk mengakhiri perang Iran.
Baca juga: Melalui Pakistan, Iran Sampaikan Syarat Terkait Selat Hormuz kepada AS