Kepala BRIN Arif Satria. Metro TV/Iqbal
Selamatkan Kerugian Rp500 Triliun, BRIN Dorong Penerapan Teknologi Sampah Pangan
Muhammad Iqbal Sidiq • 10 June 2026 14:16
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penerapan teknologi untuk menekan produksi sampah pangan di Indonesia. Teknologi ini dapat menekan angka kehilangan pangan.
"Karena untuk meningkatkan produktivitas, itu tidak semata-mata meningkatkan ketersediaan pangan, tapi dengan menekan food loss dan food waste juga bisa," ujar Kepala BRIN Arif Satria saat menjadi panelis dalam Economic Conference di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Arif memaparkan angka food waste masyarakat dan food loss di Indonesia berada di kisaran 115 hingga 184 kilogram per kapita. Angka tersebut setara dengan sepertiga dari total pasokan pangan dunia yang terbuang sia-sia.
BRIN juga mencatat sekitar 11 persen potensi pangan hilang saat masa panen. Hal ini akibat mayoritas petani masih menerapkan metode perontokan tradisional.
Penyelamatan sisa pangan secara langsung mampu menyelesaikan masalah ketimpangan gizi. Pasokan pangan yang terselamatkan dapat mencukupi kebutuhan konsumsi harian ratusan juta masyarakat.
"Kita bisa memberi makan 61 sampai 125 juta orang. Kita bisa menekan emisi, kita bisa mengatasi kerugian Rp200 sampai Rp500 triliun," kata Arif.

Kepala BRIN Arif Satria. Metro TV/Iqbal
Baca Juga:
Bangun Kultur Baru, DLH DKI Genjot Gerakan Pilah Sampah dari Hulu |
Guna menjawab tantangan tersebut, BRIN mulai menciptakan varietas Padi Super hingga pembuatan mesin pengawet. BRIN bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menjaga stabilitas stok beras nasional.
BRIN optimistis sektor agraria Tanah Air mampu memitigasi dampak perubahan iklim global demi mengawal target pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertanian kita hanya bisa survive kalau kita punya inovasi-inovasi yang baik," ujar mantan Rektor IPB tersebut.