Kepala BRIN Arif Satria. Foto: Antara.
Kepala BRIN Minta Jajarannya Tingkatkan Kualitas Proposal Riset
Anggi Tondi Martaon • 13 June 2026 17:48
Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria meminta kepada seluruh periset meningkatkan kualitas proposal penelitian. Sebab, jumlah proposal yang diajukan masih redah.
"Pemerintah telah memberikan tambahan anggaran riset yang cukup besar. Namun, hingga saat ini jumlah proposal penelitian yang masuk masih jauh di bawah target yang diharapkan," kata Arif dikutip dari Antara, Sabtu, 13 Juni 2026.
Arif menilai tantangan BRIN saat ini bukan lagi sekadar keterbatasan dana. Melainkan ketersediaan gagasan riset yang kuat, terukur, dan berdampak.
"Yang lebih mendasar adalah bagaimana peneliti memaknai pekerjaannya," ungkap Arif.
Dalam pandangannya, karya-karya besar lahir ketika pekerjaan bukan lagi sekadar kewajiban administratif. Peneliti yang benar-benar menyatu dengan bidangnya tidak lagi terobsesi pada absensi, target administratif, atau tunjangan kinerja.
Menurut Arif, hampir semua peraih Nobel memiliki pola yang sama. Yakni fokus pada satu bidang selama puluhan tahun.

Gedung BRIN. Foto: Istimewa.
Arif menggarisbawahi peran lembaga riset bukan sekadar mengidentifikasi persoalan. Melainkan menawarkan solusi berbasis bukti ilmiah.
Menurut Arif, pemerintah membutuhkan masukan yang cepat, akurat, dan dapat diterapkan dalam proses pengambilan kebijakan.
"Ketika pemerintah menghadapi berbagai tantangan, yang dibutuhkan adalah solusi. Di situlah peran BRIN sebagai think tank pembangunan menjadi sangat penting," ujar Arif.
"Riset yang baik bukan hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi kebijakan, masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri," imbuh Arif.