Kepala BRIN Arif Satria. MetroTV/Iqbal
Putus Ketergantungan Impor, BRIN Dongkrak Panen Bawang Putih
Muhammad Iqbal Sidiq • 10 June 2026 16:46
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mendongkrak produktivitas bawang putih nasional untuk memutus ketergantungan impor yang tinggi. Langkah ini diambil guna mengejar kemandirian benih lokal dalam jangka panjang.
"Kedaulatan pangan itu bukan sekadar swasembada, tapi bagaimana transformasi industri dan agromaritim ini bisa berbasis pada inovasi-inovasi yang ada," ujar Kepala BRIN, Arif Satria, saat menjadi panelis dalam Economic Conference di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Baca Juga:
Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Kelola Importasi Bawang Putih |

Ilustrasi bawang putih. MI/Usman Iskandar
BRIN menciptakan varietas unggul lokal yang mampu melipatgandakan hasil panen. Inovasi laboratorium BRIN diklaim mampu memicu produktivitas hasil panen hingga mencapai 23 ton per hektare.
"Bawang putih rata-rata masih 6 ton/hektare, teknologi terkini sudah bisa 23 ton/hektare. Tiongkok sudah 35 ton/hektare. Sehingga kita mau ngejar, teknologi harus kita kejar," kata Arif.
Selain bawang putih, BRIN sukses menguji benih kedelai lokal yang mampu menyentuh angka produktivitas hingga 4,6 ton per hektare. Di sektor pangan pokok, kontribusi benih padi varietas IPB 3S menyumbang sekitar 1,6 juta ton bagi total produksi beras nasional.