Pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok. MI.
BGN Setop Sementara Penyaluran MBG Selama Libur Sekolah
Fachri Audhia Hafiez • 15 June 2026 19:53
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) akan menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang masa libur sekolah. Langkah jeda distribusi ini diambil guna merombak, membenahi, serta merapikan sistem manajemen di lapangan.
"Kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini, kami akan setop semua," ujar Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Agustina menjabarkan, penghentian sementara ini juga menjadi bagian dari transformasi internal BGN yang tengah bergulir. Mulai dari penataan sumber daya manusia (SDM) hingga perbaikan tata kelola.
Salah satu aspek paling mendasar yang akan dibenahi selama masa jeda operasional ini adalah persoalan sinkronisasi dan validasi data. Menurutnya, ketersediaan data lapangan yang valid dan akurat adalah hal absolut yang saat ini sedang terus diperbaiki oleh manajemen BGN.
"Data itu sangat penting karena itu yang terus terang saya lihat sejak dari awal saya datang karena tidak mungkin kita membuat kebijakan tanpa data yang jelas. Nah, itu yang masih terus kami perbaiki. Jadi mohon bersabar," ujar Agustina.
Guna mempercepat sengkarut akurasi data tersebut, Agustina berjanji akan mengawal ketat kinerja Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN. Pihaknya kini mulai membuka keran koordinasi yang intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga lain guna mengikis ego sektoral atau miskomunikasi terkait pertukaran data yang sempat terjadi di masa lalu.
"Kami sudah mulai melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang sebenarnya sudah memiliki data," ucap Agustina.
.jpg)
Penyaluran MBG. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Sebagai salah satu program prioritas nasional, BGN optimistis seluruh instansi pemerintah terkait akan memberikan dukungan penuh. Hali ini demi kelancaran penyaluran MBG saat tahun ajaran baru kembali dimulai.
"Hanya mungkin di masa lalu kemarin ada yang versinya, 'Oh ya BGN yang tidak mau menerima data kami,' atau sebaliknya, 'Oh yang mereka tidak kasih.' Nah, itu saya yakin sekarang ini adalah program prioritas, maka saya yakin dari kementerian lembaga pun akan mendukung kami," ucap Agustina.