Antisipasi Kekeringan, BPBD Rejang Lebong Siagakan Mobil Tangki

Ilustrasi-ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym

Antisipasi Kekeringan, BPBD Rejang Lebong Siagakan Mobil Tangki

Lukman Diah Sari • 10 June 2026 16:25

Rejang Lebong: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyiagakan satu unit mobil tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga setempat, sebagai antisipasi dampak musim kemarau. Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Rejang Lebong M. Budianto mengatakan bahwa wilayahnya sudah mulai memasuki masa peralihan ke musim kemarau.

"Antisipasi yang kita lakukan jika terjadi kekeringan adalah menyuplai kebutuhan air bersih. Kemudian, jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, kita bekerja sama dengan pihak Damkar, TNI, dan Polri," kata dia, melansir Antara, Rabu, 10 Juni 2026.

Dia menjelaskan dalam mengoptimalkan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan nantinya, BPBD Rejang Lebong juga akan melibatkan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Menurut dia, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan siklus normal, periode kemarau umumnya berlangsung mulai April hingga Oktober.

"Namun, untuk kepastian durasi dan puncaknya, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG," jelas dia.

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)

Menyikapi fenomena perubahan cuaca ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan persiapan dini untuk meminimalkan potensi bencana, baik di musim kemarau maupun saat memasuki musim hujan.

Pada saat musim kemarau, masyarakat diminta untuk membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing. Menurutnya, penyumbatan drainase yang dibiarkan saat kemarau kerap menjadi pemicu utama terjadinya banjir akibat luapan air saat musim hujan tiba.

"Kami juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai atau kawasan yang masuk dalam zona rawan bencana," pesan dia. 

(Lukman Diah Sari)