Presiden AS Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro. (EFE / Presidencia de Colombia)
Presiden Kolombia Gustavo Petro Akan Bertemu Trump di Gedung Putih
Willy Haryono • 10 January 2026 17:35
Bogota: Presiden Kolombia Gustavo Petro mengumumkan rencananya untuk bertolak ke Washington guna bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dengan tujuan mencegah terjadinya perang dunia.
Trump, pada Jumat kemarin, mengatakan gahwa dirinya menantikan pertemuan dengan Petro yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih pada pekan pertama Februari.
Saat ditanya alasan perjalanannya ke AS untuk bertemu Trump, Petro mengatakan kepada CBS News bahwa tujuannya adalah “untuk menghentikan perang dunia."
Awal bulan ini, Petro dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol El Pais mengungkapkan bahwa Trump telah menyampaikan kepadanya melalui panggilan telepon pribadi bahwa AS tengah mempertimbangkan kemungkinan melakukan operasi militer berskala penuh terhadap Kolombia.
Menyusul perkembangan terbaru di Venezuela, Petro menyatakan kekhawatirannya bahwa nasib serupa dengan yang dialami Presiden Venezuela Nicolas Maduro dapat menantinya, atau bahkan menimpa “presiden mana pun di dunia." Namun, Petro menambahkan bahwa kemungkinan intervensi militer tersebut kemudian “dibekukan."
Dilansir dari Antara, Sabtu, 10 Januari 2026, Petro juga menyampaikan kekhawatiran terhadap praktik Amerika Serikat yang menggunakan kekuatan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Ia menyinggung adanya “benturan pandangan” antara undang-undang domestik AS dan hukum internasional.
Menurutnya, hukum AS memungkinkan pelaksanaan operasi di luar negeri dengan dalih pemberantasan kejahatan, sementara hukum internasional tidak mengatur tindakan semacam itu.
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sebelum membawa keduanya ke New York.
Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” serta dinilai menimbulkan ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Merespons operasi tersebut, Caracas meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara waktu mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez, yang kemudian dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.
Dalam wawancara dengan CBS pada Kamis, Petro menegaskan bahwa jika terjadi tindakan serupa di Kolombia seperti yang dilakukan AS di Venezuela, hal tersebut berpotensi memicu perang saudara serta menimbulkan permusuhan luas terhadap Amerika Serikat.
Baca juga: Profil Gustavo Petro, Presiden Kolombia yang Tegas Hadapi Ancaman Trump