Kabupaten Bandung Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Warga Kecamatan Parongpong menerima sumbangan air bersih saat musim kemarau, beberapa waktu lalu

Kabupaten Bandung Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Depi Gunawan • 2 July 2026 18:31

Bandung Barat: Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Kebijakan tersebut diambil menyusul penetapan status yang sama oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan Gubernur Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 mulai 1 Juli hingga akhir September 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo, mengungkapkan pemerintah daerah menetapkan siaga kekeringan mulai Juli hingga akhir September 2026.

"Mulai Juli hingga akhir September 2026 pemerintah daerah menetapkan siaga kekeringan," kata Duddy Prabowo, Kamis, 2 Juli 2026.

 

 

Pemetaan Wilayah Rawan Kekeringan

Atas penetapan status tersebut, pihaknya mulai memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026 sekaligus menyiapkan skema distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Menurut Duddy, pemetaan daerah rawan kekeringan dilakukan dengan mengacu pada kejadian pada musim kemarau beberapa tahun terakhir. Data tersebut menjadi acuan pemerintah untuk menentukan prioritas penanganan apabila krisis air bersih kembali terjadi.

Pada musim kemarau 2023, sedikitnya delapan kecamatan mengalami kekeringan, yakni Cisarua, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cipeundeuy, Cikalongwetan, Rongga, dan Gununghalu. Sedangkan pada 2024, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Batujajar, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cisarua, Cikalongwetan, dan Cipeundeuy.


Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr


"Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian kami karena berdasarkan pengalaman sebelumnya berpotensi kembali mengalami kekeringan saat musim kemarau tahun ini," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD telah menyiapkan puluhan personel beserta armada yang dapat diterjunkan ke lokasi terdampak.

"Sebanyak 20 personel disiagakan selama masa siaga darurat, didukung tiga unit mobil tangki air yang akan digunakan untuk mendistribusikan bantuan air bersih apabila ada permintaan dari desa maupun kecamatan," jelasnya.

(Whisnu M)