Antisipasi Kekeringan, Pemprov Babel Aktifkan Irigasi Pompa untuk Lahan Pertanian

Lahan pertanian padi sawah di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah (ANTARA/Aprionis)

Antisipasi Kekeringan, Pemprov Babel Aktifkan Irigasi Pompa untuk Lahan Pertanian

Silvana Febiari • 30 June 2026 17:12

Pangkalpinang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan mengaktifkan sistem irigasi pompa. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi kekeringan lahan pertanian pada puncak musim kemarau.

"Kami akan mengaktifkan irigasi pompa dalam menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September tahun ini," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Babel Kurniawan, dilansir dari Antara, Selasa, 30 Juni 2026. 

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Provinsi Kepulauan Babel, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan serta gagal panen yang dapat menurunkan produksi padi petani.
 


"Saat ini mesin pompa untuk irigasi ini sudah ada di daerah-daerah sentra pertanian padi dan nantinya akan ada lagi bantuan mesin pompa dari pemerintah pusat untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian ini," jelasnya.

Ia menyatakan irigasi pompa ini atau mesin pompa irigasi ini untuk menyalurkan air dari sumber seperti sungai, kolong bekas tambang, dan lainnya ke lahan-lahan pertanian di daerah ini.

"Saat ini petani masih memanfaatkan irigasi yang sudah ada untuk pengairan sawah-sawahnya, karena ketersediaan air masih mencukupi untuk kebutuhan tanaman padi dan tanaman pangan lainnya," ungkap Kurniawan.


Lahan pertanian padi sawah di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah. ANTARA/Aprionis


Ia mengimbau para petani menanam komoditas pangan yang lebih tahan terhadap kondisi kering selama musim kemarau. Tanaman seperti jagung, kacang-kacangan, dan jenis tanaman pangan lain yang tidak membutuhkan banyak air dinilai lebih sesuai.

"Selama ini tanaman yang banyak membutuhkan air ini adalah padi, karena membutuhkan ketersediaan air yang stabil dan ketika kami  diprediksi akan mengalami kekurangan air, maka diharapkan petani beralih menanam tanaman pangan lainnya agar lahan-lahan pertanian tetap produktif selama musim kemarau tahun ini," ujarnya.

(Silvana Febiari)