Peternak Dukung Upaya Pemerintah Jaga Harga Ayam

Peternakan ayam. Dokumentasi/ Metro TV.

Peternak Dukung Upaya Pemerintah Jaga Harga Ayam

Deny Irwanto • 1 July 2026 17:35

Jakarta: Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mendukung langkah pemerintah untuk mengembalikan harga ayam hidup (livebird) ke tingkat yang dinilai layak bagi peternak.

Ketua Umum Permindo, Kusnan, mengatakan keberhasilan kebijakan tersebut dinilai harus diiringi pengawasan terhadap biaya produksi, terutama harga day old chick (DOC) dan pakan.

"Kami mendukung penuh langkah pemerintah untuk mengembalikan harga livebird ke tingkat yang layak bagi peternak. Namun, komitmen ini harus dikawal secara serius agar tidak mengulang pengalaman tahun-tahun sebelumnya," kata Kusnan dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu, 1 Juli 2026.
 

Harga livebird memang mulai membaik


Kusnan menjelaskan harga livebird memang mulai membaik. Namun, kenaikan harga DOC terjadi lebih cepat, sehingga margin keuntungan peternak rakyat kembali tergerus.

Baca Juga :

Respons Anjloknya Harga Ayam Hidup, Kementan Gelar Rapat dengan Seluruh Stakeholder



Peternakan ayam. Dokumentasi/ Metro TV.
 

 

Saat ini harga DOC berada di kisaran Rp3.000-Rp4.000 per ekor, sedangkan harga pakan mencapai Rp8.700-Rp9.000 per kilogram.

Menurut dia dokumen komitmen yang telah ditandatangani memang menargetkan harga livebird naik hingga minimal Rp19.500 per kilogram. Namun, kesepakatan tersebut belum secara tegas mengatur pengendalian harga DOC maupun biaya produksi lainnya.

"Peternak rakyat membutuhkan stabilisasi yang utuh, dari hulu hingga hilir. Jangan sampai harga livebird naik hanya sesaat, sementara DOC dan input produksi melonjak lebih dulu," jelas Kusnan.

Sementara Sekretaris Jenderal Permindo Heri Irawan berharap pemerintah mengawal implementasi komitmen ini secara transparan, termasuk mengawasi pergerakan harga DOC, penyerapan livebird, serta keseimbangan produksi.

Menurut dia stabilisasi industri perunggasan tidak cukup hanya melalui kenaikan harga jual ayam, tetapi juga harus diimbangi dengan pengendalian biaya produksi agar kesejahteraan peternak benar-benar meningkat.

"Kami berharap pemerintah mengawal implementasi komitmen ini secara transparan, termasuk mengawasi pergerakan harga DOC, penyerapan livebird, serta keseimbangan produksi. Keberhasilan stabilisasi tidak diukur dari naiknya harga livebird semata, tetapi dari meningkatnya kesejahteraan peternak rakyat secara nyata.," ujar Heri.

(Deny Irwanto)