10 Negara Tanpa Tentara dan Cara Mereka Menjaga Pertahanan

Vatikan. Foto: Dok Katolisitas

10 Negara Tanpa Tentara dan Cara Mereka Menjaga Pertahanan

Arga Sumantri • 14 July 2026 09:22

Jakarta: Keberadaan tentara umumnya menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan suatu negara. Namun, faktanya tidak semua negara memiliki angkatan bersenjata sendiri. 

Sejumlah negara di dunia memilih menghapus atau tidak membentuk militer secara permanen. Mereka mengandalkan kerja sama pertahanan dengan negara lain, hingga diplomasi internasional untuk menjaga keamanan nasional.

Keputusan tersebut diambil karena dipengaruhi oleh berbagai alasan, mulai dari ukuran wilayah yang kecil, hingga adanya perjanjian pertahanan dengan negara lain. 

Meski tidak memilki organisasi tentara, beberapa negara ternyata tetap memiliki pasukan militer dari negara lain untuk menjaga keamanan dan pertahanan negara tersebut.

Mengutip dari World Population Review, militer adalah kekuatan tempur yang sangat terorganisasi dan bersenjata lengkap yang disahkan, didanai, dan dikelola oleh pemerintah suatu negara berdaulat. Terdapat tiga kategori negara yang tidak bisa memiliki militer, yaitu:
  • Negara-negara yang telah mengalami demiliterisasi
  • Negara yang pendirinya tidak mendirikan militer
  • Negara dan wilayah tanpa militer
Berikut ini daftar 10 negara yang tak punya tentara dan cara mereka menjaga pertahanan.

1. Andorra

Andorra tidak memiliki angkatan bersenjata permanen. Keamanan dalam negeri dijaga oleh kepolisian, sedangkan urusan pertahanan menjadi tanggung jawab Prancis dan Spanyol berdasarkan perjanjian yang berlaku.

2. Kosta Rika

Kosta Rika menghapus militernya sejak 1948 setelah perang saudara. Sebagai gantinya, negara ini memperkuat kepolisian nasional dan unit keamanan khusus yang mendapat pelatihan dari Amerika Serikat dan Kolombia.

Kosta Rika. Foto: GetYourGuide

3. Dominika

Dominika membubarkan militernya pada 1981. Untuk menjaga keamanan, negara ini menjadi anggota Regional Security System (RSS), yaitu kerja sama pertahanan negara-negara di kawasan Karibia.

4. Islandia

Meski tidak memiliki tentara tetap, Islandia tetap memiliki sistem pertahanan melalui keanggotaannya di NATO. Keamanan negara ini didukung oleh Amerika Serikat serta sejumlah negara anggota NATO lainnya, seperti Norwegia dan Denmark.

5. Kiribati

Konstitusi Kiribati tidak mengizinkan pembentukan militer. Sebagai gantinya, Australia dan Selandia Baru membantu menjaga pertahanan negara kepulauan tersebut apabila diperlukan.

6. Liechtenstein

Liechtenstein menghapus angkatan daratnya pada 1868 karena alasan efisiensi biaya. Jika menghadapi ancaman keamanan, negara kecil di Eropa ini dapat memperoleh bantuan pertahanan dari Swiss maupun Austria.

7. Nauru

Nauru tidak memiliki tentara sendiri. Keamanan internal ditangani oleh kepolisian, sementara urusan pertahanan menjadi tanggung jawab Australia melalui kerja sama bilateral.

Monaco. Foto: Dok Freepik

8. Monaco

Monaco tidak membentuk militer sejak lama dan mengandalkan Prancis untuk perlindungan pertahanan. Meski demikian, negara ini tetap memiliki pasukan keamanan dalam negeri untuk menjalankan fungsi penegakan hukum dan keamanan.

9. Vatikan

Vatikan tidak memiliki tentara nasional. Keamanan wilayah dijaga oleh Garda Swiss yang bertugas melindungi Paus, sementara Italia memberikan perlindungan terhadap pertahanan eksternal negara tersebut.

10. Tuvalu

Sebagai negara kepulauan kecil di Pasifik, Tuvalu tidak memiliki angkatan bersenjata. Keamanan dalam negeri dijalankan oleh kepolisian, sedangkan dukungan pertahanan diperoleh melalui kerja sama dengan negara mitra di kawasan.

(Eunike Michelle Gultom)

(Arga Sumantri)