NATO Gelontorkan Proyek Senjata Rp900 Triliun untuk Perkuat Kemampuan Militer

Negara-negara anggota NATO melakukan pertemuan di Turki. Foto: Anadolu

NATO Gelontorkan Proyek Senjata Rp900 Triliun untuk Perkuat Kemampuan Militer

Fajar Nugraha • 8 July 2026 15:36

Ankara: Negara-negara anggota NATO mengumumkan proyek pertahanan senilai sedikitnya USD50 miliar atau sekitar Rp900 triliun dalam KTT NATO di Ankara, Turki, Selasa, 7 Juli 2026. 

Langkah tersebut dilakukan di tengah tekanan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar sekutu-sekutunya meningkatkan belanja pertahanan dan memperkuat kemampuan militer aliansi.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan, aliansi tidak lagi memiliki waktu untuk menunda peningkatan kapasitas pertahanan dan menyerukan percepatan produksi peralatan militer.

"Kita tidak memiliki kemewahan waktu. Kita membutuhkan kemampuan militer sekarang," kata Rutte dalam forum industri pertahanan di sela-sela KTT NATO, dikutip dari First Post, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia juga meminta industri pertahanan mengambil langkah yang lebih berani untuk memenuhi kebutuhan aliansi.

"Dengung mesin harus berubah menjadi gemuruh," ujar Rutte.

Rutte mengatakan negara-negara anggota NATO telah meningkatkan belanja pertahanan secara signifikan. Menurutnya, aliansi menargetkan produksi empat juta peluru artileri setiap tahun mulai tahun depan.

Paket proyek pertahanan yang diumumkan mencakup pembelian drone pengintai dari perusahaan pertahanan Amerika Serikat Northrop Grumman oleh sejumlah negara Eropa, serta pengadaan pesawat pengintai buatan perusahaan Swedia, Saab, oleh NATO.

Rutte mengatakan proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan militer aliansi sekaligus mempercepat realisasi peningkatan anggaran pertahanan menjadi kesiapan tempur.

KTT NATO juga membahas dukungan lanjutan bagi Ukraina yang masih menghadapi serangan Rusia. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali meminta negara-negara anggota memperkuat bantuan sistem pertahanan udara, sementara para pemimpin NATO dijadwalkan menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung Kyiv dan mempercepat produksi perlengkapan militer di seluruh aliansi.

(Fajar Nugraha)