Foto: Jalan Salib Gunung Gandul. (Paroki St. Yohannes Rasul Wonogiri)
6 Tradisi Unik Jumat Agung di Indonesia yang Sarat Makna
Putri Purnama Sari • 26 March 2026 12:15
Jakarta: Perayaan Jumat Agung di Indonesia tidak hanya berlangsung secara khidmat di gereja, tetapi juga diwarnai dengan berbagai tradisi unik di sejumlah daerah. Tradisi ini menjadi bagian dari kekayaan budaya sekaligus bentuk penghayatan iman umat Kristiani dalam mengenang pengorbanan Yesus Kristus.
Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam memperingati Jumat Agung, mulai dari prosesi sakral hingga ritual yang sudah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun. Berikut adalah tradisi unik perayaan Jumat Agung di Indonesia.
Tradisi Unik Perayaan Jumat Agung
1. Prosesi Semana Santa di Larantuka
Foto: Ribuan umat Katolik dan peziarah mengikuti arakan Tuan Ma (Bunda Maria) dalam gelaran Semana Santa 2024 di Larantuka, Flores Timur, NTT. (Kemenag.go.id)
Dilansir dari laman Kemenpar, salah satu tradisi paling terkenal adalah Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Tradisi ini merupakan warisan Portugis yang sudah berlangsung sejak abad ke-16.
Dalam prosesi ini, umat Katolik mengarak patung Yesus dan Bunda Maria mengelilingi kota. Ribuan peziarah datang setiap tahun untuk mengikuti rangkaian ibadah yang penuh suasana haru dan khusyuk.
Lampu-lampu dipadamkan dan hanya cahaya lilin yang menerangi prosesi, menciptakan nuansa sakral yang mendalam.
2. Jalan Salib di Berbagai Daerah
Tradisi lain yang sering dilakukan adalah drama Jalan Salib atau Via Dolorosa, yang menggambarkan perjalanan Yesus menuju penyaliban.
Di beberapa kota seperti Yogyakarta dan Bandung, umat biasanya menampilkan drama teatrikal yang diperankan langsung oleh jemaat. Adegan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga sarana refleksi bagi umat yang menyaksikan.
3. Tradisi Tablo Sengsara di Flores
Selain Semana Santa, masyarakat di wilayah Flores juga mengenal tradisi tablo sengsara. Tradisi ini berupa pertunjukan yang menggambarkan kisah penderitaan Yesus Kristus menjelang wafat-Nya. Biasanya dilakukan oleh anak muda gereja dan menjadi bagian penting dalam rangkaian Pekan Suci.
4. Kure di Noemuti
.jpg)
Foto: Kure, Ritual menyambut Paskah di Noemuti. (LekoNTT)
Masih di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Noemuti, Timor Tengah Utara, umat Katolik memperingati Jumat Agung dengan tradisi Kure. Nama "Kure" berasal dari bahasa Latin currere yang berarti berlari atau berjalan. Dalam tradisi ini, umat melakukan ziarah dari rumah ke rumah sambil membawa salib dan patung Yesus.
Mereka berdoa di setiap rumah yang dikunjungi, mempersembahkan hasil bumi seperti buah, sayuran, dan lontar, lalu memberikannya kepada kelompok doa. Tradisi ini menjadi bentuk nyata dari komunitas iman yang hidup dan saling menopang.
Baca Juga :
5. Ritual Hening dan Puasa
Tidak hanya tradisi yang bersifat visual, Jumat Agung juga diisi dengan praktik spiritual seperti puasa, pantang, dan doa dalam keheningan. Umat Kristiani biasanya mengurangi aktivitas, memperbanyak doa, serta mengikuti ibadah khusus di gereja sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Yesus.
6. Ibadah Jumat Agung di Gereja
Di seluruh Indonesia, gereja-gereja menggelar ibadah khusus Jumat Agung. Suasana ibadah cenderung tenang, tanpa musik meriah, dan penuh perenungan. Biasanya, ibadah ini mencakup pembacaan kisah sengsara, doa umat, serta penghormatan salib sebagai simbol pengorbanan Yesus.