Beda Status Emerging Market dan Frontier Market Versi MSCI

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Beda Status Emerging Market dan Frontier Market Versi MSCI

Eko Nordiansyah • 24 June 2026 18:10

Jakarta: Penyedia indeks global MSCI melalui rilis MSCI 2026 Market Classification Review, menyampaikan hasil evaluasi terhadap sejumlah pasar modal dunia, sekaligus memperbarui klasifikasi pasar ke dalam kategori Developed Market, Emerging Market, Frontier Market, dan Standalone.
 
Dalam pembaruan itu, MSCI belum mengubah status pasar modal Indonesia. Dengan demikian, Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Market.
 
"Kerangka Klasifikasi Pasar MSCI menentukan apakah suatu pasar termasuk pasar maju, berkembang, atau perbatasan berdasarkan aksesibilitas dan kemampuan investasi yang sebenarnya dialami oleh investor institusional internasional," kata Head of Market Classification and Taxonomies MSCI Raman Aylur Subramanian dikutip Rabu, 24 Juni 2026.

Lalu apa perbedaan antara Emerging Market dan Frontier Market selepas MSCI mengumumkan status Indonesia?

Apa itu Emerging Market?

Dikutip dari laman Dupoin, Emerging Market adalah negara-negara yang memiliki beberapa karakteristik pasar maju (seperti AS atau Eropa), namun belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut.

Karakteristik utamanya adalah pertumbuhan ekonomi yang cepat, likuiditas pasar yang tinggi, infrastruktur regulasi yang baik, dan aksesibilitas bagi investor asing yang terbuka lebar.

Contoh negara Emerging Market, seperti Tiongkok, India, Brasil, Taiwan. Menjadi Emerging Market berarti negara tersebut adalah tujuan utama investasi global yang mencari growth atau pertumbuhan.

Apa itu Frontier Market?

Sedangkan Frontier Market sering disebut sebagai "Pre-Emerging", adalah pasar yang lebih kecil, kurang likuid, dan memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan Emerging Market.

Investasi di sini dianggap spekulatif. Investor asing sering menghadapi kendala seperti sulitnya menukar mata uang, aturan kepemilikan yang ketat, atau volume transaksi harian yang tipis.

Contoh negara Frontier Market, seperti Vietnam, Nigeria, Bangladesh, Pakistan.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Perbedaan Emerging vs Frontier

1. Likuiditas

Emerging Market memiliki likuiditas tinggi. Mudah membeli/menjual saham dalam jumlah besar tanpa merusak harga.
Likuiditas di Frontier Market rendah/sedang. Transaksi besar bisa mengguncang harga saham secara drastis.

2. Ukuran pasar (market cap)

Emerging Market punya market cap besar dengan banyak perusahaan bluechip berskala global.
Pasa Frontier Market biasanya kecil hingga menengah dengan dominasi perusahaan lokal.

3. Akses asing

Akses Emerging Market sangat terbuka. Dana asing masuk dan keluar dengan mudah.
Sementara Frontier Market punya akses terbatas. Sering ada batasan kepemilikan asing (Foreign Ownership Limit).

4. Risiko investasi

Emerging Market memiliki risiko menengah. Fokus pada volatilitas ekonomi makro.
Risiko Frontier Market tergolong tinggi. Fokus pada risiko politik, mata uang, dan operasional.

5. Profil investor

Emerging Market biasanya dimiliki Dana Pensiun Global, Sovereign Wealth Funds, ETF Raksasa.
Sedangkan Frontier Market dimiliki Hedge Funds, Investor Spekulan, Dana Khusus (Niche Funds).

Jika sebuah negara turun dari Emerging Market ke Frontier Market, mereka kehilangan kolam dana raksasa dari investor konservatif dan hanya menyisakan investor spekulan.

(Eko Nordiansyah)