Delegasi ECOWAS Bahas Kudeta Militer dengan Pemimpin Transisi Guinea-Bissau

Bissau, ibu kota dari Guinea-Bissau. (Anadolu Agency)

Delegasi ECOWAS Bahas Kudeta Militer dengan Pemimpin Transisi Guinea-Bissau

Muhammad Reyhansyah • 2 December 2025 21:03

Abuja: Delegasi mediasi tingkat tinggi dari blok Afrika Barat, ECOWAS, bertemu dengan para pemimpin transisi Guinea-Bissau pada Senin kemarin dalam upaya mencari solusi damai atas krisis politik yang terjadi setelah kudeta militer pekan lalu.

Rombongan dipimpin Presiden Sierra Leone sekaligus Ketua ECOWAS, Julius Maada Bio, yang melakukan pertemuan tertutup dengan otoritas transisi yang dipimpin Presiden Sementara Jenderal Horta Inta-A.

Usai pertemuan di ibu kota Bissau, kedua pihak menyampaikan kepada media bahwa mereka telah mengadakan dialog yang konstruktif. Bio menegaskan kembali sikap tegas organisasi tersebut yang mengecam perebutan kekuasaan oleh militer dan menyerukan pemulihan segera tatanan konstitusional serta kelanjutan proses pemilu.

Mengutip dari Anadolu Agency, Selasa, 2 Desember 2025, Menteri Luar Negeri Transisi Guinea-Bissau, Joao Bernardo Vieira, menyebut bahwa pembicaraan berlangsung “sangat produktif.” Ia menyampaikan bahwa proposal transisi selama satu tahun akan diajukan dalam KTT ECOWAS pada 14 Desember di Abuja, Nigeria, untuk menetapkan peta jalan transisi.

ECOWAS sebelumnya menangguhkan keanggotaan Guinea-Bissau dari seluruh badan pengambil keputusan pada Kamis lalu setelah kudeta yang menggulingkan Presiden Umaro Sissoco Embalo.

Selama berada di Bissau, delegasi ECOWAS juga bertemu dengan otoritas pemilu guna memastikan kesiapan mereka merilis hasil pemilihan presiden. Namun, Perwakilan PBB untuk Afrika Barat dan Sahel, Leonardo Simao, mengungkapkan bahwa Komisi Pemilihan Nasional menyatakan belum dapat mempublikasikan hasil pemilu presiden dan legislatif sebagaimana diminta ECOWAS karena belum berhasil mengumpulkan seluruh data suara.

Misi mediasi akan menyampaikan laporan kepada para kepala negara kawasan sebelum keputusan lebih lanjut ditetapkan.

Kudeta militer diumumkan dalam siaran televisi negara pada Rabu lalu oleh sekelompok perwira yang menyebut diri mereka sebagai “Komando Tinggi Militer untuk Pemulihan Keamanan Nasional dan Ketertiban Publik,” dan mengatakan telah mengambil alih seluruh kekuasaan negara.

Gerakan perebutan kekuasaan terjadi di tengah persaingan ketat ketika kandidat independen Fernando Dias dan kubu Presiden petahana Embalo masing-masing mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden 23 November, sementara negara masih menunggu hasil resmi.

Baca juga: Presiden Guinea-Bissau Dikudeta, Ditahan Sehari Jelang Hasil Pemilu

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)