Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Zelensky Sebut AS Berupaya Cegah Eskalasi Perang Rusia-Ukraina di Musim Dingin
Willy Haryono • 8 September 2026 20:03
Kyiv: Amerika Serikat (AS) sedang mengeksplorasi sejumlah langkah untuk mencegah eskalasi perang Rusia-Ukraina selama musim dingin mendatang, sembari menghidupkan kembali perundingan menuju kesepakatan damai yang lebih luas.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan upaya tersebut menjadi salah satu agenda utama utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dalam pertemuan dengan pejabat Rusia dan Ukraina.
"Masih ada waktu di bulan September danOktober untuk menemukan caranya," kata Zelensky kepada situs berita Axios, Senin, 7 September 2026.
Zelensky mengatakan beberapa pekan ke depan dapat menjadi peluang bagi diplomasi. Ia menilai Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin berusaha menghindari tindakan yang dapat membuat Trump marah menjelang pemilihan paruh waktu AS.
"Perasaan saya adalah Putin membutuhkan Trump. Dia tidak ingin membuatnya kesal," ujar Zelensky.
Ketika ditanya apakah Putin mungkin ingin memberikan Trump pencapaian diplomatik sebelum pemilu, Zelensky menjawab, "Iya."
Kunjungan Utusan AS ke Kyiv
Zelensky bertemu Witkoff dan Kushner di Kyiv pada Minggu lalu, setelah kedua utusan Trump tersebut menggelar pertemuan selama sekitar tiga jam dengan Putin di Moskow.Menurut Zelensky, kedua utusan menyampaikan bahwa Rusia "siap bernegosiasi". Namun, ia menilai tindakan Rusia di medan perang dan peningkatan serangan belum menunjukkan adanya kesiapan untuk berkompromi.
Meski demikian, Zelensky mengatakan pemahamannya adalah Putin "siap membahas" sejumlah gagasan yang dapat mendorong proses perundingan.
Ia menyebut tim AS datang ke Moskow dan Kyiv terutama untuk "membuka kembali" proses diplomatik yang terhambat. Mereka juga membawa sejumlah proposal baru untuk mengurangi ketegangan menjelang dan selama musim dingin.
"Ada gagasan mengenai fasilitas energi dan pengiriman gandum, mengenai fasilitas listrik serta ekspor minyak dan gas. Kami memiliki kepentingan yang berbeda, Rusia dan kami," katanya.
Zelensky menilai pendekatan AS saat ini kemungkinan mencakup dua jalur sekaligus, yakni menghidupkan kembali perundingan dan menyusun pengaturan untuk mencegah eskalasi besar selama musim dingin.
Menurutnya, tujuan akhirnya adalah menemukan langkah-langkah yang dapat "mendekatkan kedua pihak kepada perdamaian".
Bantuan Musim Dingin
Selain upaya diplomatik, Zelensky mengatakan Washington mendukung paket bantuan musim dingin bagi Ukraina yang mencakup pertahanan udara dan dukungan energi."Ini bukan hanya tentang rudal. Ini juga tentang LNG (liquefied natural gas) dan juga tentang langkah-langkah de-eskalasi," ujarnya.
Kyiv, kata Zelensky, ingin memanfaatkan September dan Oktober untuk menghidupkan kembali diplomasi. Sidang Majelis Umum PBB di New York pada akhir bulan ini juga dinilai dapat menjadi kesempatan untuk pembicaraan lanjutan antara Ukraina dan AS.
Ia juga mengatakan kemungkinan pertemuan trilateral AS-Ukraina-Rusia masih terbuka. "Tanpa dialog, kami tidak akan mendapatkan hasil," kata Zelenskyy.
"Saya pikir Presiden Trump dapat menemukan cara untuk memulai proses negosiasi yang nyata sebelum musim dingin yang dingin," lanjutnya.
Meski mendorong diplomasi, Zelenskyy menegaskan Ukraina tetap harus mempertahankan kekuatan militernya. Ia juga meminta AS menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia.
"Putin membutuhkan uang. Putin ingin uang untuk melanjutkan perang," ujarnya.
Baca juga: AS Klaim Kemajuan Diplomasi Rusia-Ukraina, Dorong Perundingan Trilateral