11 Hari Pascabencana, Korban Tewas Banjir Nepal-Tiongkok Tembus 1.385 Orang

Sebanyak 1.385 orang tewas dan sekitar 5.000 masih hilang akibat banjir bandang dan longsor di Nepal-Tiongkok. (Anadolu Agency)

11 Hari Pascabencana, Korban Tewas Banjir Nepal-Tiongkok Tembus 1.385 Orang

Muhammad Reyhansyah • 7 September 2026 13:40

Kathmandu: Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Nepal dan Tiongkok mencapai total 1.385 orang, dengan sekitar 5.000 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Minggu kemarin, atau 11 hari setelah bencana melanda wilayah perbatasan kedua negara tersebut.

Dikutip dari Anadolu Agency, total 5.519 orang masih dinyatakan hilang di kedua negara, termasuk sekitar 850 warga negara asing. Lebih dari 13.000 orang telah berhasil diselamatkan dari wilayah yang terdampak bencana.

Namun, di tengah operasi pencarian dan penanganan pengungsi, persoalan lain muncul. Ribuan ibu hamil dan perempuan yang baru melahirkan menghadapi kondisi sulit di tempat pengungsian.

Kerusakan jalan dan jembatan akibat banjir serta longsor membuat mereka kesulitan memperoleh makanan yang layak, tempat untuk menyusui, hingga akses terhadap layanan kesehatan darurat.

Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) memperkirakan sekitar 4.430 ibu hamil berada di 15 wilayah administratif yang terdampak paling parah.

Sekitar 500 persalinan diperkirakan berlangsung dalam satu bulan ke depan. Dari jumlah tersebut, sekitar 74 perempuan berpotensi membutuhkan penanganan obstetri darurat.

Layanan Persalinan dalam Kondisi Darurat

Di Trishuli Hospital, layanan persalinan kini dilakukan dalam kondisi darurat. Rumah sakit tersebut telah menangani sembilan persalinan sejak banjir melanda.

Selain persalinan, rumah sakit juga menangani pasien dengan berbagai kondisi kesehatan, termasuk demam, penurunan gerakan janin, dan infeksi saluran kemih selama kehamilan.

Kondisi rumah sakit semakin sulit karena pasokan listrik tidak stabil. Generator kini menjadi sumber listrik utama untuk mendukung sejumlah layanan, termasuk operasi.

Terputusnya akses transportasi juga memperbesar tantangan bagi warga di wilayah terdampak untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, bantuan internasional mulai berdatangan. Pakistan mengirimkan 100 ton bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir di Nepal. Bantuan tersebut terdiri atas tenda, selimut, tikar, perlengkapan kebersihan, serta obat-obatan.

Sebelas hari setelah bencana, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap ribuan orang yang belum ditemukan, sementara pemerintah dan lembaga kemanusiaan menghadapi kebutuhan mendesak para penyintas di wilayah yang aksesnya masih terganggu.

Baca juga: Lansia Nepal Ditemukan Hidup di Lokasi Banjir saat Keluarga Gelar Ritual Berkabung

(Willy Haryono)