Lansia Nepal Ditemukan Hidup di Lokasi Banjir saat Keluarga Gelar Ritual Berkabung

Polisi menemukan Chandika Kumari Shrestha dalam kondisi hidup usai terjebak selama 10 hari di lokasi banjir. (Nepal Police / Handout)

Lansia Nepal Ditemukan Hidup di Lokasi Banjir saat Keluarga Gelar Ritual Berkabung

Willy Haryono • 7 September 2026 09:04

Kathmandu: Keluarga dari Chandika Kumari Shrestha mengira perempuan lanjut usia (lansia) tersebut tewas dalam bencana banjir dahsyat yang melanda rumahnya di Nepal.

Namun, 10 hari setelah banjir menerjang, Shrestha ditemukan masih hidup di dalam reruntuhan rumahnya di Desa Betrawati, salah satu wilayah yang paling parah terdampak bencana.

Shrestha ditemukan dalam sebuah ruang sempit yang masih memiliki kantong udara di antara lumpur dan reruntuhan bangunan. Polisi menemukan keberadaannya setelah mendengar suara dari balik puing-puing.

Penemuan ini terjadi saat pihak keluarga sedang memulai ritual berkabung, menyangka Shrestha sudah meninggal dunia.

"Rumah empat lantai itu tersapu banjir dan tersisa di tengah pasir hisap. Saat berjalan di sekitarnya, kami mendengar suara 'selamatkan saya,'" kata petugas kepolisian Mahendra Darnal, seperti dikutip dari AsiaOne, Senin, 7 September 2026.

Darnal dan timnya kemudian melakukan operasi penyelamatan selama sekitar 45 menit pada Sabtu lalu. Shrestha berhasil dievakuasi dari ruang sempit tersebut dan langsung dibawa ke rumah sakit militer.

Darnal mengatakan dirinya terus berkomunikasi dengan keluarga Shrestha selama pencarian. Saat itu, keluarga telah memulai masa berkabung selama 11 hari karena meyakini Shrestha telah meninggal.

Shrestha merupakan salah satu dari ratusan orang yang masih dinyatakan hilang di Betrawati. Kawasan tersebut tertimbun endapan putih dari material banjir yang mengeras dan nyaris menyerupai beton.

Pasar dan sebagian besar bangunan tempat tinggal di wilayah tersebut, beberapa di antaranya memiliki hingga empat lantai, hampir seluruhnya terkubur material yang terbawa arus deras dari lembah.

Tim penyelamat masih terus mencari korban. Mereka menggunakan sekop untuk menggali material dan merayap melalui celah bangunan yang runtuh sambil meniup peluit secara berkala untuk mencari tanda-tanda kehidupan.

Lima hari sebelum Shrestha ditemukan, sebanyak 24 jenazah dalam kondisi membusuk ditemukan di kawasan pasar Betrawati. Jenazah tersebut berada di sebuah bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai toko kecil.

Harapan di tengah pencarian

Sebelas hari setelah runtuhnya gletser memicu banjir dahsyat, hampir 5.000 orang masih dilaporkan hilang di Nepal.

Ratusan jenazah telah terbawa arus hingga ke bantaran sungai yang jauh dari Distrik Rasuwa, salah satu wilayah yang paling terdampak. Di Chitwan, yang berjarak ratusan kilometer, sejumlah pemakaman massal dilakukan untuk jenazah yang tidak teridentifikasi dan telah mengalami pembusukan parah.

Meski harapan menemukan korban selamat semakin menipis, otoritas Nepal masih melanjutkan pencarian di terowongan dan bangunan yang tertimbun endapan lumpur tebal.

Sejak Jumat lalu, petugas telah berhasil menyelamatkan tiga orang dari dalam terowongan. Salah satunya merupakan warga negara China yang ditemukan di dekat Sungai Trishuli, lokasi yang diyakini masih menyimpan lebih dari 900 orang yang terjebak.

Kasus Shrestha bukan satu-satunya kisah penyelamatan dalam kondisi ekstrem. Seorang anak laki-laki berusia delapan tahun juga ditemukan selamat dan kemudian dipertemukan kembali dengan ibunya.

Bencana banjir dan longsor tersebut telah menewaskan lebih dari 1.300 orang di Nepal, sementara ribuan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Baca juga: 10 Hari Berlalu, Korban Hilang Banjir Bandang Nepal-Tiongkok Lampaui 5.500

(Willy Haryono)