Voxpol Center: 63,1% Publik Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: BPMI Setpres.

Voxpol Center: 63,1% Publik Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran

Fachri Audhia Hafiez • 22 October 2026 22:52

Jakarta: Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, sebanyak 63,1 persen responden menyatakan percaya terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran.

"Secara data ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan responden terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tergolong kuat mencapai 63,1 persen, sementara 35,7 persen menyatakan kurang atau tidak percaya," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam pemaparan survei melalui kanal YouTube Voxpol Center, Kamis, 22 Oktober 2026.
 


Pangi menjelaskan rincian persentase angka kepercayaan tersebut bersumber dari akumulasi responden yang sangat percaya dan percaya.

"Itu level confident-nya adalah 63,1 persen baik yang sangat percaya 6,7 persen kita kolaborasi dengan yang percaya 56,4 persen, mereka percaya dengan pemerintahan sekarang. Ada di angka 35,7 persen yang kurang percaya atau sangat tidak percaya," ujar Pangi.


Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Dok. Tangkapan layar.

Berdasarkan data survei Voxpol Center, rincian sebaran jawaban responden mengenai tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan saat ini meliputi:
  • Sangat percaya: 6,7 persen
  • Percaya: 56,4 persen
  • Kurang percaya: 29,3 persen
  • Sangat tidak percaya: 6,4 persen
  • Tidak Tahu/Tidak Jawab (TT/TJ): 1,2 persen

Survei ini diselenggarakan pada rentang waktu 3 hingga 12 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka. 

Penelitian ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,83 persen.

(Fachri Audhia Hafiez)