Zulhas Sebut Surplus Beras dan Jagung Dorong Kesejahteraan Petani

Menko Pangan Zulkifli Hasan. Foto: Biro Humas Kemendag.

Zulhas Sebut Surplus Beras dan Jagung Dorong Kesejahteraan Petani

Andika Fauzan Azhari • 14 October 2026 21:48

Tangerang: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan keberhasilan pemerintah dalam mencatatkan surplus komoditas beras dan jagung telah berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani, yang tercermin dari kenaikan nilai tukar petani.  

"Nilai tukar petani kita naik. Dari 116, 116 pada 2024, sekarang 131," kata Zulkifli dalam acara Trade Expo Indonesia di ICE BSD Tangerang, Banten, Rabu, 14 Oktober 2026.  

Zulkifli menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa petani padi dan jagung di Indonesia saat ini sudah berada dalam kategori makmur. Dengan perolehan tersebut, petani memiliki daya beli yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidup hingga menyekolahkan anak-anak mereka.  

Pemerintah terus mengawal tiga kebijakan pokok pangan untuk menjaga tren positif ini, yakni kebijakan mengenai harga, pengadaan pupuk, serta irigasi.
 



(Ilustrasi petani dan ladang pertanian. Foto: dok MI)
 

Fokus penguatan ekonomi domestik


Menurut Zulkifli, berbagai kebijakan mendasar yang diterapkan pemerintah selama hampir dua tahun terakhir dirancang untuk memperkuat produktivitas di dalam negeri, khususnya di bidang pangan.  

"Kita di bidang saya, beras kita sudah tidak impor lagi. 2024 kita impor 4,5 juta ton, tapi tahun 2025 kita surplus 4,2 juta (ton)," tambah Zulkifli.  

Ia menyampaikan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat ekonomi domestik melalui pengawasan dan perbaikan sektor-sektor penunjang, termasuk kunjungan langsung ke koperasi-koperasi di berbagai daerah agar produktivitas masyarakat terus meningkat dan berdaya saing di kancah internasional.

(Husen Miftahudin)