Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam acara Rapat Koordinasi Terbatas KDKMP di Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Zulhas Pede 35 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Penuh di Akhir 2026
Husen Miftahudin • 14 October 2026 18:27
Jakarta: Pemerintah menargetkan sebanyak 35 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) beroperasi penuh hingga akhir 2026. Target tersebut ditetapkan secara moderat di tengah proses pembangunan dan pemenuhan kebutuhan operasional koperasi yang dilakukan secara bertahap di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah optimistis dapat mencapai target tersebut karena lahan untuk pembangunan koperasi telah tersedia. Meski ada potensi jumlah koperasi yang selesai dibangun mencapai 40 ribu unit, pemerintah memilih menggunakan angka 35 ribu unit sebagai target yang lebih terukur.
"Sehingga sekarang Alhamdulillah, target moderat akhir tahun 35 ribu. Yang sudah siap saat ini ada sekitar 28 ribu sampai 29 ribu unit. Dari jumlah itu, 8.000 unit sedang dilengkapi pekan-pekan ini," jelas Zulkifli dalam acara Rapat Koordinasi Terbatas KDKMP di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
Kebut kesiapan operasional Kopdes Merah Putih
Zulkifli menjelaskan, penyiapan operasional puluhan ribu Kopdes Merah Putih membutuhkan koordinasi lintas sektor. Pemerintah melibatkan hampir seluruh kementerian dan lembaga, badan usaha milik negara (BUMN), serta pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan desa.
Karena itu, kata dia, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan koperasi hingga pembangunan fasilitasnya.
"Untuk membangun 80 ribu bangunan besar dengan pembebasan tanah di seluruh Indonesia, tidak mungkin kita gunakan sistem tender satu per satu. Kalau satu per satu, nanti ada yang miring, diperiksa Kejaksaan, dipanggil, lalu distop. Bisa 10 tahun tidak selesai. Maka dari itu, kita meminta semua pihak, termasuk TNI, untuk membantu," ucap dia.
Menurut Zulhas, pembentukan koperasi telah diselesaikan dalam beberapa bulan sebelum dilanjutkan dengan pembangunan fisik. Pemerintah juga melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu proses pembangunan agar target penyediaan infrastruktur koperasi di berbagai wilayah dapat tercapai.
(Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Foto: Antara)
Pelototi kesiapan armada hingga distribusi barang
Selain pembangunan fisik, pemerintah memastikan kesiapan sarana pendukung operasional KDKMP. Pemeriksaan mencakup ketersediaan armada truk, mobil, mobil pikap, hingga becak motor (bentor) yang dibutuhkan untuk mendukung distribusi barang bersubsidi, seperti pupuk, gula, minyak goreng, dan gas LPG.
Zulkifli menambahkan, pemerintah akan menggelar monitoring secara serentak mulai 15 Oktober 2026 selama delapan hari. Para menteri dan wakil menteri ditugaskan memeriksa langsung kesiapan koperasi, sementara wilayah yang sulit dijangkau akan dipantau dengan melibatkan pangdam, gubernur, hingga bupati.