Petugas padamkan api di karhutla Gunung Bromo pada September 2026. ANTARA/HO-BPBD Probolinggo
BPBD Ungkap Kronologi Karhutla Bromo yang Tewaskan 4 Orang
Lukman Diah Sari • 16 October 2026 15:14
Probolinggo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, membeberkan kronologi tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang merenggut empat korban jiwa. Petaka ini terjadi di lereng Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura.
Kepala BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan insiden bermula pada Kamis, 15 Oktober 2026. "Pada pukul 09.00 WIB, terpantau titik api di lereng Pusung Lingker. Kemudian pukul 10.20 WIB, personel gabungan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama relawan dari karyawan Hotel Artotel menuju lokasi untuk memadamkan api," terangnya saat dihubungi, Jumat, 16 Oktober 2026, melansir Antara.
"Pada pukul 14.29 WIB, beberapa petugas berupaya menerobos api dan asap. Di lokasi tersebut, ditemukan enam korban, dengan rincian tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar," jelas Oemar.
Proses evakuasi berpacu dengan waktu. Pukul 14.35 WIB, tiga korban luka bakar dibawa ke Puskesmas Sukapura. Tak lama berselang, pukul 16.17 WIB, Tim Inafis Polres Probolinggo tiba untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Adapun tiga jenazah korban yang meninggal di lokasi dievakuasi turun menuju Bukit Mentigen, Desa Ngadisari, pada pukul 17.00 WIB, sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, untuk proses autopsi.
"Tepat pukul 18.59 WIB, satu korban yang mengalami luka bakar meninggal dunia di RSUD Tongas. Sementara dua korban dengan luka bakar serius lainnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat perawatan intensif," paparnya.
.jpg)
Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS. Dokumentasi/Polres Malang.
Berdasarkan data BPBD, tiga korban yang gugur di lokasi kejadian adalah Sefril dan Wisnu (relawan karyawan hotel), serta Sukaris (petugas TNBTS). Sementara satu korban luka yang mengembuskan napas terakhir di RSUD Tongas adalah Hendra Roni (petugas TNBTS).
Sedangkan dua korban luka bakar kritis yang kini dirawat di Surabaya adalah Munawi (petugas TNBTS) dan Suraji (relawan karyawan hotel).
"Kami sangat berduka atas kejadian karhutla yang menimbulkan korban jiwa ini. Mudah-mudahan korban husnulkhatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," pungkas Oemar.