Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (PVMBG)
Anak Krakatau 3 Kali Erupsi Siang Ini, Warga Dilarang Dekati Radius 5 Km
Lukman Diah Sari • 19 October 2026 13:44
Lampung Selatan: Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda tercatat mengalami tiga kali erupsi pada periode pengamatan Senin, 19 Oktober 2026, pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Hingga kini, gunung api tersebut masih berstatus Siaga atau Level III.
"Untuk visual, gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-600 meter di atas puncak kawah," kata petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, Amri Puji Hidayatul Muslikhin.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pascaerupsi Senin, 19 Oktober 2926. (BMKG WIlayah II)
Amri menjelaskan, tiga kali erupsi sejak pagi hingga siang tersebut memiliki durasi 51 hingga 750 detik, dengan amplitudo 50-55 mm.
Selain letusan, pos pengamatan juga merekam rentetan aktivitas kegempaan lainnya, dengan rincian:
- Gempa embusan: 5 kali (durasi 19-31 detik)
- Gempa frekuensi rendah (low frequency): 3 kali (durasi 9-13 detik).
- Gempa hybrid: 24 kali (durasi 4-18 detik).
- Gempa vulkanik dangkal:16 kali (durasi 7-15 detik)
- Gempa vulkanik dalam: 7 kali (durasi 11-17 detik).
- Gempa tektonik jauh: 1 kali (durasi 166 detik).
Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar GAK terpantau berawan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 25,7-32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 69-85 persen. Merespons tingkat aktivitas vulkanik ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan sejumlah larangan dan imbauan:
-
Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang keras beraktivitas di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi, serta radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara GAK.
-
Warga diminta mewaspadai ancaman lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta potensi erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut atau hujan di radius 5 km.
-
Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diharap tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan tidak memercayai isu-isu hoaks terkait ancaman tsunami. Terus ikuti arahan dari BPBD setempat.