Ilustrasi Gunung Anak Krakatau. Foto: Antara.
Citra Satelit BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Selat Sunda
Lukman Diah Sari • 19 October 2026 11:33
Lampung: Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali erupsi pada Senin pagi, 19 Oktober 2026. Berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik dari letusan ini terdeteksi menyebar ke wilayah perairan Selat Sunda.
"Berdasarkan hasil analisis RGB Citra Himawari-9 pada 19 Oktober 2026 pukul 10.20 WIB, teridentifikasi abu vulkanik bergerak ke arah barat daya hingga barat, mencakup sebagian kecil wilayah perairan Selat Sunda," sebut keterangan resmi BMKG Wilayah II, Senin, 19 Oktober 2026.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 51 detik," tulis laporan resmi Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pascaerupsi Senin, 19 Oktober 2926. (BMKG WIlayah II)
Hingga berita ini diturunkan, proses erupsi masih berlangsung. Pantauan visual melalui kamera pengawas (CCTV) juga masih terhalang oleh pekatnya abu vulkanik. Saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level III atau Siaga.
Informasi resmi lebih lanjut terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diakses dengan menghubungi PVMBG di Bandung (022-7272606) atau Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau di Pasauran, Banten (0254-651449 / 085846324506).