Kebakaran Gudang Pembuatan Kapal di Kepulauan Seribu Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kebakaran melanda gudang peralatan kapal fiber di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Sabtu (17/10/2026) malam. ANTARA/HO-Gulkarmat

Kebakaran Gudang Pembuatan Kapal di Kepulauan Seribu Diduga Akibat Korsleting Listrik

Achmad Zulfikar Fazli • 18 October 2026 11:26

Jakarta: Kebakaran melanda gudang peralatan pembuatan kapal fiber di Jalan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Api diduga muncul akibat fenomena listrik.

“Kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik yang terjadi di lokasi tersebut,” kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 18 Oktober 2026.

Gatot mengatakan kebakaran diketahui warga yang sedang melintas dan melihat api membesar dari gudang peralatan pembuatan kapal fiber. Warga segera mendatangi pos damkar Pulau Karya untuk meminta bantuan pemadaman pada pukul 22.30 WIB.

“Kami langsung menurunkan personel ke lokasi dan memulai aksi pemadaman pukul 22.41 WIB,” ujar Gatot.

Petugas mengerahkan satu kapal pemadaman Satria Biro 07 beserta sembilan personel untuk menangani kebakaran tersebut. 

“Api berhasil dilokalisir dan masuk tahap pendinginan. Api berhasil dipadamkan setelah satu jam penanganan dan api berhasil dipadamkan pukul 23.41 WIB,” ungkap Gatot.

Ilustrasi pemadam kebakaran. Dok.  Pexels.com


Menurut dia, luas lahan yang terbakar itu mencapai 27 meter persegi. Lahan tersebut milik seorang warga, Ali Sadikin.

Sementara itu, taksiran kerugian disebut mencapai Rp200 juta. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ucap Gatot.

Dia meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada terhadap hal yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Dia mengingatkan warga rutin mengecek instalasi kabel di rumah dan bangunan lainnya, tidak membakar sampah atau barang lain tanpa pengawasan yang berpotensi menyebabkan kebakaran, serta menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap bangunan.

(Achmad Zulfikar Fazli)