Prabowo Tekankan TNI Harus Siap Hadapi Serangan Siber

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Prabowo Tekankan TNI Harus Siap Hadapi Serangan Siber

Metro TV • 5 October 2026 12:39

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan ancaman terhadap kedaulatan NKRI tidak lagi terbatas pada konflik fisik semata. Namun, telah bergeser ke ranah siber. 

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Presiden mengingatkan seluruh jajaran prajurit untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi serangan siber hingga maraknya peredaran berita bohong yang berisiko memecah belah bangsa.

"Sekarang ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah," ujar Prabowo, Senin, 5 Oktober 2026.
 


Selain peretasan dan kampanye disinformasi, Kepala Negara menyoroti maraknya praktik penjarahan sumber daya alam keluar negeri serta maraknya penyelundupan narkotika ke dalam negeri. Kedua bentuk kejahatan transnasional ini dinilai sebagai ancaman nyata yang langsung merusak kedaulatan ekonomi sekaligus masa depan generasi muda bangsa.

"Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu juga ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika itu ancaman langsung bagi bangsa kita," kata Prabowo.


Upacara peringatan HUT ke-81 TNI. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Mencermati eskalasi ancaman modern tersebut, Presiden menginstruksikan institusi TNI untuk bertransformasi secara berkelanjutan menjadi kekuatan militer yang adaptif, profesional, serta mahir dalam menguasai teknologi terkini. Masa damai, kata Presiden, wajib dimanfaatkan secara optimal untuk mengasah kemampuan teknis dan taktis prajurit.

"Saudara-saudara sekalian, perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih," tegas Prabowo.

(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Fachri Audhia Hafiez)