Suasana penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II). MI
Kabut Asap Karhutla, Tiga Pesawat Tujuan Pekanbaru Sempat Holding
Rudi Kurniawansyah • 8 October 2026 15:18
Pekanbaru: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Kamis, 8 Oktober 2026. Kondisi tersebut membuat tiga pesawat yang menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) sempat melakukan holding atau berputar di udara sebelum dapat mendarat.
Tiga penerbangan yang terdampak kondisi tersebut terdiri atas Citilink QG936 dengan rute Jakarta-Pekanbaru, Lion Air JT292 rute Jakarta-Pekanbaru, serta Malaysia Airlines MH841 dari Kuala Lumpur menuju Pekanbaru.
"Ketiganya akhirnya mendarat secara berurutan dalam rentang waktu sekitar 15 menit. Citilink QG936 mendarat pada pukul 08.26 WIB, disusul Lion Air JT292 pada pukul 08.33 WIB, dan Malaysia Airlines MH841 pada pukul 08.41 WIB," kata General Manager Bandara SSK II Pekanbaru Achmad, Kamis, 8 Oktober 2026.
Seluruh penerbangan tersebut akhirnya dapat mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru. Sebelum melakukan pendaratan, ketiga pesawat harus berputar di wilayah udara Riau sambil menunggu kondisi yang dinilai memungkinkan untuk mendarat.
Baca Juga :
Kabut Asap di Bandara Tjilik Riwut Mulai Menipis
Kondisi jarak pandang di area bandara juga masih menjadi perhatian. Hasil pemantauan pada pukul 08.44 WIB menunjukkan visibility di Bandara SSK II Pekanbaru berada di kisaran 1.000 meter.
Meski sempat terjadi antrean pesawat di udara, aktivitas keberangkatan dari Bandara SSK II Pekanbaru tetap berlangsung. Sejumlah penerbangan menuju berbagai tujuan juga telah diberangkatkan.
Penerbangan yang tercatat telah berangkat antara lain IP329 dengan rute Pekanbaru-Jakarta, QG937 rute Pekanbaru-Jakarta, IU919 rute Pekanbaru-Jakarta, serta JT279 dengan rute Pekanbaru-Yogyakarta.

Kabut asap menyelimuti perairan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Senin, 14 September 2026. ANTARA/Ogen
Pengelola bandara terus melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan.
"Kondisi operasional bandara terus kami pantau dan evaluasi secara berkala dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan," pungkasnya.