Mengenal Masyarakat Kelas Menengah: Besaran Pengeluaran hingga Ciri-cirinya

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Mengenal Masyarakat Kelas Menengah: Besaran Pengeluaran hingga Ciri-cirinya

Eko Nordiansyah • 22 February 2026 18:45

Jakarta: Kelas menengah adalah kelompok dalam struktur sosial ekonomi yang berada di antara kelas atas dan kelas bawah. Kelompok ini dianggap memiliki peran penting dalam perekonomian karena konsumsi dan daya belinya yang tinggi, serta kontribusinya terhadap stabilitas sosial dan politik.

Dilansir KLC Kemenkeu, konsep dari Bank Dunia digunakan dalam menentukan klasifikasi kelas masyarakat. Secara umum, perhitungan ditentukan dengan jumlah konsumsi per kapita individu masyarakat dibandingkan dengan garis kemiskinan, dengan kriteria sebagai berikut:

Klasifikasi kelas masyarakat

Berdasarkan Bank Dunia, berikut ambang batas garis kemiskinan:
  • Miskin konsumsi per kapita kurang dari garis kemiskinan
  • Rentan konsumsi per kapita antara 1 – 1,5 kali dari garis kemiskinan
  • Menuju Kelas Menengah konsumsi per kapita antara 1,5 – 3,5 kali dari garis kemiskinan
  • Kelas Menengah konsumsi per kapita antara 3,5 – 17 kali dari garis kemiskinan
  • Kelas Atas konsumsi per kapita lebih dari 17 kali dari garis kemiskinan
Adapun Garis Kemiskinan (GK) menurut BPS per September 2024 adalah Rp595.242 per kapita per bulan, yang terdiri dari 74,5 persen makanan dan 25,5 persen non-makanan. Dengan begitu, kelas menengah berarti yang memiliki konsumsi per kapita antara Rp2.083.347 hingga Rp10.119.114.

Ciri-ciri kelas menengah

Masyarakat kelas menengah menurut indikator umum (termasuk perspektif ekonomi), memiliki ciri antara lain:

1. Pendapatan dan pengeluaran stabil

Memiliki penghasilan tetap yang memungkinkan pemenuhan kebutuhan dasar, sekunder, serta menabung.

2. Kepemilikan aset

Umumnya memiliki rumah sendiri dan kendaraan pribadi (seperti mobil) sebagai indikator stabilitas ekonomi.

3. Akses layanan berkualitas

Mampu membayar pendidikan tinggi yang baik bagi anak-anak serta layanan kesehatan memadai.

4. Kebebasan finansial (menengah)

Tidak terlalu bergantung pada bantuan pemerintah, serta memiliki kemampuan mengelola pengeluaran, tabungan, dan investasi.

5. Gaya hidup & investasi

Sadar akan kesehatan (pola makan, olahraga) dan sering kali berinvestasi untuk jaminan pensiun. 

Faktor pemicu kelas menengah

Terdapat beberapa faktor kunci yang menyebabkan munculnya kelas menengah dalam sebuah masyarakat:

1. Pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan

Ekonomi yang tumbuh secara berkelanjutan memungkinkan lebih banyak orang keluar dari kemiskinan dan masuk ke kelas menengah. Kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dapat meningkatkan ukuran kelas menengah.

2. Lapangan kerja dan pendidikan

Lapangan kerja dengan gaji yang baik dan stabil serta manfaat tambahan yang memadai merupakan faktor penting dalam membentuk kelas menengah.
 
Pendidikan yang lebih tinggi juga memungkinkan individu memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan berpenghasilan lebih tinggi, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan kelas menengah.

3. Mobilitas dan kerentanan

Meskipun kelas menengah tumbuh cukup cepat di beberapa negara, kelompok ini tetap rentan terhadap penurunan status ekonomi. Misalnya, kelompok dengan pengeluaran sekitar USD2 per hari masih sangat rentan untuk jatuh kembali menjadi kelompok miskin.

Kelas menengah adalah salah satu pilar penting dalam stabilitas sosial dan ekonomi sebuah negara. Meskipun batasan pendapatan yang mendefinisikan kelas menengah berbeda-beda di setiap negara, kelas ini umumnya mencerminkan kelompok yang memiliki cukup sarana untuk menjalani kehidupan yang nyaman namun masih rentan terhadap perubahan ekonomi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)