Prabowo: Pancasila Jadi Pegangan Kokoh Hadapi Konflik Global

Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama.

Prabowo: Pancasila Jadi Pegangan Kokoh Hadapi Konflik Global

Fachri Audhia Hafiez • 1 June 2026 17:36

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila menjadi pegangan yang kokoh bagi Indonesia dalam menghadapi badai konflik global. Terlebih, situasi internasional saat ini tengah memanas di sejumlah negara dan secara tidak langsung mulai berimbas pada stabilitas ekonomi nasional.

“Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila,” ujar Prabowo saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 1 Juni 2026.
 


Prabowo memaparkan bahwa dinamika global saat ini menghadirkan tantangan yang kian serius bagi banyak negara. Eskalasi persaingan geopolitik hingga gejolak ekonomi global diakuinya dapat mengancam fondasi pembangunan nasional jika tidak diantisipasi dengan matang.

Kepala Negara optimistis Indonesia memiliki modal dasar yang kuat untuk menghalau situasi tersebut. Hal ini karena Pancasila lahir dari rekam jejak sejarah, pengalaman spiritual, serta cita-cita luhur bangsa yang terbukti ampuh mempersatukan keberagaman nusantara. Pancasila merupakan fondasi utama yang mengikat ratusan suku di ribuan pulau untuk tetap derap melangkah dalam satu tujuan kebangsaan.

“Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan, Pancasila wajib membumi dan menjadi kompas utama dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilainya harus mengalir dalam pembentukan kebijakan politik, supremasi hukum, sosial, budaya, hingga tata sitem ekonomi nasional.

Prabowo menambahkan, nilai-nilai Pancasila kini menjadi pemandu utama dalam arus transformasi ekonomi nasional yang tengah digenjot pemerintah. Tujuannya jelas, agar kue pertumbuhan ekonomi dapat didistribusikan secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila,” ucap Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.

Ia merinci, sejumlah program berorientasi kerakyatan seperti swasembada pangan, hilirisasi sumber daya alam, program Makan Bergizi Gratis, hingga penguatan ekonomi perdesaan lewat Koperasi Merah Putih merupakan ejawantah nyata agar hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok elit saja.

Di akhir amanatnya, Presiden meyakini Indonesia bakal melesat menjadi bangsa yang besar dan disegani di kancah internasional apabila seluruh elemen masyarakat konsisten mempraktikkan Pancasila di setiap lini kehidupan.

“Dan saya yakin, ketika kita menjalankan Pancasila secara sungguh-sungguh di bidang politik, di bidang hukum, di bidang budaya dan terutama di bidang ekonomi, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara yang makmur. Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain,” ucap Prabowo.

Presiden juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

(Fachri Audhia Hafiez)