Gubernur Fed Sebut Stablecoin Bisa Perluas Jangkauan Kebijakan Moneter AS

Gubernur Federal Reserve Christopher Waller. Foto: scotsmanguide.com

Gubernur Fed Sebut Stablecoin Bisa Perluas Jangkauan Kebijakan Moneter AS

Husen Miftahudin • 1 June 2026 11:08

New York: Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan adopsi global stablecoin dapat memperluas jangkauan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) ke negara-negara yang menggunakan token digital tersebut.

"Negara-negara yang mengadopsinya, ini seperti sistem nilai tukar tetap. Anda akan mengimpor biaya moneter AS, jadi ini memperluas jangkauan kebijakan moneter AS di negara-negara yang menggunakan lebih banyak stablecoin," ucap Waller dalam sebuah acara di Dubrovnik, Kroasia, seperti dikutip dari Investing.com, Senin, 1 Juni 2026.

Pernyataan tersebut sejalan dengan komentar yang disampaikan Waller dalam pidatonya pada Februari 2025, ketika ia menyatakan dukungan untuk stablecoin karena kemungkinan besar akan memperkuat status dolar AS sebagai mata uang cadangan, meskipun stablecoin membutuhkan seperangkat aturan dan regulasi yang jelas.

Stablecoin adalah token digital yang dimaksudkan untuk mempertahankan nilai yang stabil, dengan penerbit biasanya berjanji untuk menyimpan aset likuid seperti dolar AS atau surat utang pemerintah dengan nilai yang sama dengan token yang dibuat.
 

Baca juga: Bitcoin Turun Tipis 0,36% ke USD73.630


(Ilustrasi stablecoin. Foto: brookings.edu)
 

Kritik konsep mata uang digital bank sentral


Di sisi lain, Waller mengkritik konsep mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) dengan mengatakan tidak ada yang membutuhkan CBDC dan hanya CBDC yang bisa memperbaikinya. Hal itu bukan sebuah solusi, melainkan justru mencari masalah.

"Hampir setiap bank sentral utama di dunia telah berhenti mendorong CBDC karena mereka tidak dapat menemukan alasan untuk ini," tutur dia.

Adapun, Bank Sentral Eropa berencana meluncurkan versi digital euro pada 2029, setelah fase uji coba yang dimulai paling cepat tahun depan.

Proyek ini bertujuan untuk mengamankan kedaulatan moneter di tengah kekhawatiran tentang ketergantungan Eropa pada perusahaan pembayaran AS seperti Visa Inc Class A dan Mastercard Inc, serta munculnya stablecoin yang dipatok ke dolar.

(Husen Miftahudin)