Hamas Kecam Penghinaan Menteri Israel Terhadap Aktivis Global Sumud Flotila

Aktivis di kapal Global Sumud Flotilla yang ditahan oleh Israel. Foto: Middle East Eye

Hamas Kecam Penghinaan Menteri Israel Terhadap Aktivis Global Sumud Flotila

Fajar Nugraha • 21 May 2026 06:11

Ramallah: Hamas kecam keras adegan pelecehan dan penghinaan yang dilakukan Israel terhadap para aktivis misi bantuan Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza.

Menurut pejuang Palestina itu tindakan tersebut mencerminkan keadaan “kemerosotan moral dan sadisme” di antara para pemimpin Israel.

“Praktik-praktik ini sama dengan upaya putus asa untuk mematahkan semangat para aktivis dan mencegah mereka menjalankan peran kemanusiaan mereka dalam memecah blokade yang diberlakukan di Jalur Gaza,” kata kelompok Palestina itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis 21 Mei 2026.

Hamas kemudian menyerukan pembebasan para aktivis, mereka mendesak komunitas global untuk mendokumentasikan pelanggaran ini dan mengajukan pengaduan mendesak ke Mahkamah Pidana Internasional untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.


Aktivis yang ditahan Israel. Foto: Middle East Eye

Sebuah video yang dibagikan oleh mitra koalisi Israel dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menunjukkan para aktivis yang ditahan dipermalukan setelah kedatangan mereka di Pelabuhan Ashdod, sementara Menteri Transportasi Miri Regev mengunggah video lain di mana ia menggambarkan para aktivis sebagai "pendukung teror" dan "dibius dengan alkohol."

Rekaman yang ditayangkan oleh Channel 14 Israel juga menunjukkan para aktivis berlutut dengan tangan diborgol di belakang punggung dan wajah menghadap ke lantai sementara lagu kebangsaan Israel diputar di latar belakang.

Menurut penyelenggara armada bantuan, pasukan Israel menyerang total 50 kapal yang membawa 428 orang dari 44 negara, termasuk 78 warga negara Turki, di perairan internasional pada hari Senin.

Armada tersebut berangkat pada Kamis dari distrik Marmaris di Turki dalam upaya baru untuk mematahkan blokade ilegal Israel yang diberlakukan di Gaza sejak 2007.

Pejabat Palestina mengutuk

Suara-suara Palestina juga bergabung dalam kritik secara daring. Akun X resmi Misi Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa bereaksi terhadap rekaman tersebut.

“Bisakah Anda membayangkan teror dan kengerian yang ditimbulkan Israel terhadap anak-anak, perempuan, dan laki-laki Palestina di pusat-pusat penahanan ketika kamera dimatikan?,” sebut misi Palestina di PBB.

Akun tersebut menggambarkan perlakuan yang ditunjukkan dalam rekaman itu sebagai “terorisme Israel”.

Sementara itu, politisi Palestina Mustafa Barghouti menulis di X bahwa para aktivis di atas Freedom Flotilla telah “disandera di perairan internasional”, menggambarkannya sebagai pelanggaran hukum internasional, dan menambahkan: “Ketika pertanggungjawaban tidak ada, kejahatan terus berlanjut.”

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)