Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin.
23 Prajurit TNI Diduga Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung Barat
Roni Kurniawan • 24 January 2026 18:57
Bandung: TNI Angkatan Darat masih menelusuri informasi terkait dugaan adanya prajurit yang menjadi korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Hingga kini, proses pencarian korban yang hilang masih terus dilakukan di tengah kendala cuaca dan medan yang berat.
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah terdapat anggota TNI yang ikut menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data sementara, tercatat sekitar 83 jiwa masih dalam pencarian akibat tertimbun material longsor.
"Untuk dugaan adanya anggota TNI yang ikut hilang, saya belum bisa mendapatkan informasi apakah ada anggota kami di antara 23 personel tersebut. Nanti akan saya konfirmasi kembali,” ujar Mahmuddin di Kantor Desa Pasirlangu pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Mahmuddin menegaskan, TNI bersama unsur terkait akan terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban. Namun, proses tersebut dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan, terutama faktor cuaca yang belum bersahabat.
"Kami akan terus melakukan pencarian karena kendala di lapangan masih cukup besar, terutama terkait cuaca. Air masih terus mengalir, kemudian material longsor juga masih turun ke bawah, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi kejadian," jelas Mahmuddin.
Mahmuddin menuturkan, hingga saat ini pihak Kodam III/Siliwangi masih menunggu kepastian informasi terkait keberadaan personel TNI yang dilaporkan belum diketahui nasibnya. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan data korban secara akurat.
.jpg)
Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam. Material tanah dari lereng gunung dilaporkan menimbun puluhan rumah warga dan menyebabkan 83 orang dinyatakan hilang serta delapan orang meninggal dunia.
Hingga kini, status darurat bencana masih diberlakukan, sementara tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian korban secara maksimal.