Menkes: 78 Rumah Sakit Terdampak Bencana Sumatra Beroperasi Normal

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metro TV/Rona Marina Nisaasari.

Menkes: 78 Rumah Sakit Terdampak Bencana Sumatra Beroperasi Normal

Rona Marina Nisaasari • 20 January 2026 03:00

Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sebanyak 78 dari 87 rumah sakit (RS) yang sempat terdampak bencana di Sumatra kini telah kembali beroperasi normal. Meski sembilan rumah sakit lainnya belum pulih 100 persen akibat sempat terendam banjir, fasilitas kesehatan tersebut dipastikan sudah mulai melayani pasien.

“Kita kan ada 87 rumah sakit yang waktu itu tidak bisa beroperasi. Di tanggal 1, kita cek, ada 9 yang benar-benar terendam. Itu dalam waktu 2 minggu sudah bisa beroperasi semua. Walaupun nggak 100 persen ya operasinya, tapi dia ini beroperasi, karyawan sudah bisa masuk, dia bisa menerima pasien. Dari 87 dikurangi 9, berarti 78 itu sudah normal. Yang 9 ini bervariasi. Ada yang udah 95 persen, 90 persen,” ujar Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
 


Budi menargetkan seluruh fasilitas kesehatan tersebut dapat berfungsi penuh secara total pada Maret hingga April 2026. Ia mengakui kendala utama saat ini adalah kerusakan alat-alat medis di beberapa wilayah terdampak parah, seperti di Aceh Tamiang, yang pengadaannya membutuhkan waktu.

“Kita mau restore 100 persen normal, ya Maret sampai April lah kalau bisa. Kembali ke normal 100 persen. Kalau kayak Tamiang gitu kan beberapa alatnya belum masuk. Dia rusak-rusak juga alatnya. Itu mungkin baru 40 persen, 50 persen itu baru bervariasi,” lanjut Budi.

Senada dengan pemulihan kesehatan, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya melaporkan progres signifikan pada sektor infrastruktur dasar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bima menyebut pemulihan jaringan listrik hampir rampung sepenuhnya.

“Oh tentu, gini. Yang penting kan adalah listrik, air. Kalau listrik ini sudah 98-99 persen sudah tersambung,” ungkap Bima.


Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya. Foto: Metro TV/Rona Marina Nisaasari.

Bima mengakui ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah titik. Pemerintah daerah saat ini tengah mengupayakan langkah alternatif melalui penggalian sumur bor untuk mencukupi kebutuhan warga sembari memperbaiki jaringan PDAM yang rusak.

“Air masih menjadi persoalan di beberapa daerah, tapi PDAM ini mulai pulih. Beberapa daerah melakukan upaya untuk menggali sumur. Jadi sumur bor digali untuk menambah ketersediaan air,” pungkas Bima.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)