Tegal Tradifest Jadi Ruang Kolaborasi Jaga Kelestarian Budaya

Lomba Tari Tegal Traditional Festival, Foto: Metrotvnews.com/Zein Zahiratul Fauziyyah

Tegal Tradifest Jadi Ruang Kolaborasi Jaga Kelestarian Budaya

Zein Zahiratul Fauziyyah • 9 February 2026 13:56

Slawi: Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat menggelar Tegal Traditional Festival (Tegal Tradifest) sebagai wadah ekspresi dan apresiasi seni budaya bagi generasi muda di Kabupaten Tegal. Kegiatan ini menghadirkan berbagai perlombaan seni sebagai upaya mendorong pelestarian budaya Nusantara.

Digelar di Gedung Rakyat Slawi pada Sabtu, 7 Februari 2026, Tegal Tradifest menampilkan sejumlah cabang lomba, di antaranya Lomba Teater, Lomba Tari Tradisional, dan Lomba Melukis. Kegiatan ini diikuti pelajar tingkat SMA/MA/SMK sederajat dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal.

Seni sebagai Sarana Pelestarian Budaya

Melalui Tegal Tradifest, IMT Ciputat berupaya menjadikan seni sebagai medium pelestarian budaya yang dekat dengan generasi muda. Setiap cabang lomba tidak hanya menonjolkan aspek estetika, tetapi juga mengangkat nilai-nilai tradisi yang dikemas secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Ki Firman Haryo Susilo, mengapresiasi inisiatif mahasiswa IMT Ciputat dalam menghidupkan kembali kebudayaan di daerah. Ia mengaku senang jika mahasiswa ikut terlibat langsung dalam melestarikan kebudayaan di Tegal. 

“Saya senang sekali IMT Ciputat mau terlibat langsung menghidupkan kebudayaan di Tegal. Ini memberi dampak positif bagi masyarakat dan menjadi contoh bahwa generasi muda bisa berperan aktif dalam pelestarian budaya,” ujar Ki Haryo, Sabtu, 7 Februari 2026.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto, serta Dyon Dyonk, perwakilan dari Dewan Kesenian Kabupaten Tegal.


foto: Metrotvnews/Zein Zahiratul Fauziyyah

Proses Kreatif di Balik Panggung Teater

Salah satu peserta lomba teater, Johsi Bagus mengungkapkan, keikutsertaannya dalam Tegal Tradifest berangkat dari kepeduliannya terhadap dunia seni peran dan budaya. Ia merupakan siswa SMA yang tengah membangun ekstrakurikuler teater di sekolahnya.

“Saya memilih lomba teater karena memang latar belakang saya di dunia peran. Saya juga sedang membangun ekskul teater di sekolah, dan Tegal Tradifest menurut saya adalah event yang sangat fantastis karena berani mengangkat karakter budaya teater,” ujar Johsi.

Dalam pertunjukannya, Ia mengangkat kisah seorang dalang yang mulai ditinggalkan di tengah perkembangan zaman.

“Sekarang banyak orang lebih sibuk menonton di HP, TikTok, dan YouTube, tapi lupa budaya kita sendiri. Lewat cerita ini, saya ingin mengingatkan generasi muda bahwa budaya dan seni harus tetap kita lestarikan,” kata Johsi.

Ruang Edukasi dan Pembentukan Karakter

Tak hanya mengasah kemampuan artistik, Johsi membeberkan, proses persiapan lomba dinilai mampu membangun karakter peserta, mulai dari disiplin, kerja sama tim, hingga kepercayaan diri. Menurut Johsi, ruang seperti Tegal Tradifest sangat penting bagi generasi muda.

“Anak zaman sekarang sering kali termotivasi karena piagam. Tapi lewat lomba seperti ini, mereka jadi terpacu untuk ikut melestarikan budaya. Terbukti, banyak pelajar di Kabupaten Tegal yang akhirnya tergerak ikut kegiatan seni,” ungkap Johsi.
  Tegal Tradifest dinilai menjadi ruang kolaborasi antara pelajar, mahasiswa, seniman, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni budaya lokal. Melalui kegiatan ini, seni tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana membangun identitas dan kebanggaan budaya Tegal di kalangan generasi muda.

IMT Ciputat berharap Tegal Tradifest dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin sebagai wadah ekspresi, edukasi, dan pelestarian budaya di Kabupaten Tegal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)