Puluhan gubuk liar di Jalan Tenaga Listrik RW 16, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian.
29 Gubuk Liar di Kanal Banjir Barat Tanah Abang Dibongkar
Christian • 29 June 2026 15:09
Jakarta: Petugas gabungan membongkar puluhan gubuk liar di Jalan Tenaga Listrik RW 16, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya penataan kawasan di sepanjang bantaran sungai.
“Hari ini kita bongkar 29 bangunan gubuk liar yang berada di Kanal Banjir Barat (KBB). Penertiban berlangsung kondusif karena sebelumnya sudah kita lakukan sosialisasi,” ucap Kasatpol PP Kecamatan Tanah Abang, Maman, di lokasi, Senin, 29 Juni 2026.
Sebanyak 40 personel gabungan dikerahkan dalam operasi penertiban ini. Tidak hanya mengandalkan personel, petugas juga menerjunkan empat unit alat berat untuk mempercepat proses pembongkaran bangunan semipermanen tersebut.
Berdasarkan pendataan petugas, mayoritas penghuni gubuk liar di kawasan tersebut bekerja sebagai pemulung. Maman menegaskan bahwa pemerintah tidak menyediakan fasilitas relokasi maupun ganti rugi bagi para pemilik bangunan ilegal itu.
“Tidak ada tempat relokasi bagi warga yang gubuknya ditertibkan,” kata Maman.
Pascapenertiban, sebagian material bangunan tampak langsung dibawa mandiri oleh pemiliknya. Rencananya, lahan yang telah dibersihkan tersebut langsung diuruk menggunakan tanah serta sedimen lumpur hasil pengerukan dari aliran Kanal Banjir Barat.

Puluhan gubuk liar di Jalan Tenaga Listrik RW 16, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian.
Di sisi lain, penertiban ini mendapatkan respons pasrah dari warga terdampak. Sarni, 45, salah satu penghuni gubuk, mengaku tidak keberatan dengan tindakan tegas yang diambil oleh aparat gabungan karena menyadari status lahan yang ditempatinya.
“Kalau saya memang kerjanya sebagai pemulung, dan suka pindah-pindah. Saya tidak keberatan terkait penertiban yang dilakukan petugas,” tutur Sarni.