Wisma Danantara Indonesia. Foto: Dok istimewa
Danantara Indonesia Fokus Memperkuat Fondasi Transformasi Ekonomi RI
Eko Nordiansyah • 24 June 2026 15:43
Jakarta: Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya. Dalam satu tahun, semangat seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan, tahun pertama perjalanan Danantara Indonesia difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola, sekaligus memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi dasar transformasi pengelolaan aset negara.
"Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Juni 2026.
Fondasi tata kelola dan kelembagaan
Sebagai entitas induk yang menjalankan mandat pengelolaan strategis aset negara, BPI Danantara pada tahun pertama berfokus pada pembangunan fondasi tata kelola kelembagaan.Sepanjang 2025, BPI Danantara telah menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola (governance framework) yang diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional.
Dalam mendukung stabilitas dan penguatan fundamental perusahaan negara, Danantara juga berperan dalam mendukung pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, serta pengembangan perumahan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan pekerjaan.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
BPI Danantara juga memperkuat dimensi dampak sosial melalui pembentukan Yayasan Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025. Inisiatif ini dirancang sebagai platform filantropi sovereign wealth fund yang mendorong investasi sosial di sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem global, Danantara juga menginisiasi forum SWF Philanthropy Learning Lab bersama berbagai lembaga internasional.
Penguatan fondasi kelembagaan ini turut tercermin dalam persepsi publik, dengan sekitar 93 persen pemberitaan mengenai Danantara Indonesia berada dalam sentimen positif.
Transformasi dan penciptaan nilai tambah
Melalui Danantara Asset Management (DAM), Danantara menjalankan mandat pengelolaan dan transformasi portofolio BUMN dengan fokus pada restrukturisasi bisnis dan keuangan, streamlining dan konsolidasi portofolio, serta pengembangan usaha pada sektor-sektor strategis.DAM menjalankan proses streamlining secara bertahap melalui likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas. Di sisi pengembangan industri nasional, DAM mendorong berbagai inisiatif hilirisasi lintas sektor dengan potensi nilai investasi sekitar USD 26 miliar.
Sejumlah proyek telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026, mencakup pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioetanol, industri ayam terintegrasi, serta pengolahan garam industri.
Penguatan investasi dan kemitraan global
Danantara Investment Management (DIM) bertugas menarik investasi strategis serta memperluas kemitraan internasional. Dalam tahun pertama operasionalnya, DIM telah menjalin 11 kemitraan strategis global (MoU) dengan komitmen investasi mencapai sekitar Rp346 triliun.DIM juga memperluas kapasitas investasi nasional dengan menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp150 triliun melalui instrumen keuangan seperti pinjaman, penyertaan modal, penerbitan patriot bonds, serta fasilitas revolving credit facility (RCF) dari institusi global.
Proyek strategis lainnya termasuk partisipasi dalam pengembangan proyek Kampung Haji di Mekkah dan co-investment pada fasilitas waste-to-energy.
"Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata," tutup Rosan.