Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers terkait situasi dan kondisi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB Indonesia.
Warga Diimbau Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Menkes: Pakai Masker dan Kacamata
Husen Miftahudin • 6 September 2026 11:50
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun ia meminta masyarakat mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap pernapasan, mata, dan kulit.
Abu vulkanik ini ada tiga dampak yang harus kita jaga. Pertama ke pernapasan, kedua adalah ke mata, dan yang ketiga ada ke kulit," kata Budi Budi menyampaikan imbauan tersebut dalam konferensi pers terkait situasi dan kondisi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Minggu, 6 September 2026.
Menurut dia, paparan debu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan pada tiga bagian tubuh tersebut. Karena itu, masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Budi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi masih terdapat sebaran abu vulkanik. Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker.
"Usahakan kegiatan dilakukan di rumah. Kalau harus ke luar rumah, pastikan memakai masker," ujar Budi.
Masyarakat yang mulai mengalami gangguan pernapasan juga diminta segera mendatangi puskesmas terdekat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan alat nebulizer dan oksigen konsentrator di puskesmas untuk mendukung penanganan gangguan pernapasan.
Gunakan kacamata jika ke luar rumah
Abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan mata gatal dan iritasi karena mengandung partikel debu. Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat disarankan tetap berada di dalam rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak untuk keluar.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan kacamata untuk mengurangi kemungkinan partikel abu masuk ke mata. Budi juga mengingatkan masyarakat tidak mengucek mata apabila terkena abu vulkanik.
"Kalau ternyata debunya sudah masuk, pastikan jangan dikucek, bersihkan pakai air dan segera ke puskesmas karena semua puskesmas sudah kita kasih obat tetes mata," jelas dia.
(Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Tangkapan layar)
Bersihkan kulit dengan air
Selain pernapasan dan mata, paparan abu vulkanik juga dapat berdampak pada kulit. Masyarakat yang terpapar abu setelah beraktivitas di luar rumah diminta segera membersihkan kulit dengan air secara hati-hati.
Budi mengingatkan masyarakat berhati-hati saat membersihkan tubuh karena abu vulkanik dapat mengandung partikel yang berpotensi menimbulkan iritasi. Kalau sudah kena, setiap sehabis dari luar rumah, pastikan kulit dibersihkan dengan air dengan hati-hati karena mungkin saja ada beberapa partikel yang tajam," kata Budi.
Jika muncul keluhan seperti gatal atau rasa tidak nyaman pada kulit, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas. Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan salep kulit untuk menangani keluhan tersebut.
Budi kembali mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama terjadi sebaran abu vulkanik. "Bagaimana supaya kita tetap sehat, kalau bisa jangan keluar rumah," tutur dia.
"Kalau terpaksa harus keluar rumah, pakai masker, mesti pakai kacamata, kalau kulit begitu pulang harus dibersihkan dengan air. Kalau ternyata sudah sakit, segera ke puskesmas, kita sudah siapkan semuanya," terang Budi menambahkan.